Nilai tukar rupiah kembali melemah dan mencetak rekor terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Pelemahan tersebut memicu kekhawatiran netizen bahwa kurs rupiah berpotensi menyentuh level Rp17.845 per dolar AS pada Agustus mendatang.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pasar spot turun ke level Rp17.712 per dolar AS atau melemah 0,24 persen dibanding posisi sebelumnya di Rp17.668 per dolar AS.
Baca Juga: DPR Curiga Rupiah Sengaja Dibiarkan Melemah, Begini Jawaban Bos BI
Pelemahan ini menjadi yang terdalam di kawasan Asia sepanjang 2026. Sejak akhir 2025, rupiah tercatat telah terdepresiasi sekitar 5,82 persen terhadap dolar AS.
Kondisi tersebut ramai dibahas di media sosial X. Akun @idextratime menyoroti pelemahan rupiah yang disebut telah mencetak rekor terendah sepanjang sejarah.
“Rupiah semakin ANJLOK hingga menyentuh rekor TERENDAH sepanjang masa, 17.718 rupiah per dollar hari ini,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung dibanjiri komentar netizen yang menyinggung kemungkinan rupiah menyentuh level lebih lemah lagi pada momentum Hari Kemerdekaan Indonesia.
“Kita ngerayain 17 Agustus dengan rupiah 17.845,” tulis salah satu netizen.
Komentar tersebut merujuk pada angka simbolis yang sebelumnya sempat menjadi bahan candaan di media sosial.
“Beberapa minggu lalu kita becanda terkait 17.845, kenapa sekarang jadi beneran,” balas netizen lainnya.
Di tengah kekhawatiran pelemahan rupiah, sebagian netizen mencoba melihat dampak positif bagi sektor tertentu.
“Dolar naik itu menguntungkan ekspor Indonesia,” tulis salah satu pengguna X.
Namun, ada pula yang mempertanyakan minimnya respons publik terhadap pelemahan rupiah dibanding era sebelumnya.
“Ini kok adem ayem aja ya perasaan gak kayak dulu jaman SBY gampang banget demo dikit-dikit,” tulis netizen lain.
Komentar satir juga bermunculan terkait dampak pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan masyarakat.
“Buset, rakyat belum jadi miliarder tapi harga barang udah latihan duluan,” cuit netizen lainnya.
Baca Juga: IHSG dan Rupiah Ambruk Namun Coffee Shop Penuh, Kondisi Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan
Pelemahan rupiah sendiri terjadi di tengah tekanan global terhadap mayoritas mata uang Asia, seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan internasional.





