Liputan6.com, Jakarta - Lima warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditangkap Israel saat berupaya menembus blokade Gaza melalui misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Dari lima WNI tersebut, empat di antaranya merupakan jurnalis dari media nasional.
Steering Committee Global Sumud Flotilla asal Indonesia, Maimon Herawati mengatakan, lima WNI yang ditangkap terdiri dari Toudy Badai Rifan dan Bambang Noroyono alias Abeng dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, Andre Prasetyo dari Tempo, serta seorang relawan Rumah Zakat bernama Angga.
Advertisement
“Jadi jumlah yang terkonfirmasi saat ini diculik oleh Israel lima orang, yaitu empat wartawan, Toudy dan Abeng dari Republika, Heru dari I-News, dan Andre dari Tempo. Lalu relawan kami dari Rumah Zakat, yaitu Angga,” ujar Maimon dalam pernyataan video yang diterima Liputan6.com.
Meski demikian, Maimon menyebut kondisi para WNI tersebut diduga masih aman berdasarkan video yang dirilis Kementerian Luar Negeri Israel. Namun hingga kini, pihaknya belum dapat berkomunikasi langsung dengan para WNI yang ditangkap.
“Jika melihat dari video yang dikeluarkan oleh Kemenlu Israel, kondisi teman-teman sepertinya aman. Tapi kami belum bisa menghubungi satupun di atas kapal yang sudah dikonfirmasi dibajak,” tuturnya.
Maimon juga membantah kabar bahwa kapal yang membawa WNI terkena penembakan. Menurutnya, insiden penembakan terjadi di kapal lain yang tidak ditumpangi warga Indonesia.




