Drama Baru di Selat Hormuz, Iran Bentuk Badan Khusus, Kapal Dagang Harus Siap “Rules” Baru

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Teheran:  Pemerintah Iran mengumumkan pembentukan sebuah lembaga baru yang akan bertanggung jawab atas pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global.
 
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk.
  Baca juga:  Inggris Kirim Armada Tempur ke Selat Hormuz, Ini Tujuannya         
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa perkembangan terkait operasi di Selat Hormuz akan disampaikan secara berkala melalui platform media sosial X.
 
Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai struktur organisasi, kewenangan, maupun mekanisme kerja otoritas baru tersebut. Mekanisme baru pengaturan lalu lintas laut Sebelumnya, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pengaturan arus kapal di Selat Hormuz.

Skema tersebut disebut mencakup jalur pelayaran tertentu yang akan diatur secara lebih ketat oleh pihak Iran. Azizi juga menyebut adanya rencana penerapan biaya untuk layanan khusus dalam penggunaan jalur tersebut.
 
“Dalam mekanisme ini, hanya kapal dagang dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang dapat memperoleh manfaat,” ujarnya melalui unggahan di X.
 
Meski demikian, detail teknis mengenai tarif, kategori kapal, maupun otoritas pelaksana belum dijelaskan secara terbuka. Selat Hormuz kembali jadi sorotan Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional melalui Teluk Oman. Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dan gas dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke pasar global.
 
Setiap gangguan di kawasan tersebut kerap memicu kekhawatiran internasional terkait stabilitas pasokan energi dan potensi lonjakan harga minyak dunia. Latar ketegangan di kawasan Pengumuman ini datang di tengah situasi keamanan yang masih dinamis di kawasan Teluk. Sebelumnya, eskalasi militer sempat terjadi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang diikuti dengan serangan balasan di sejumlah titik strategis.
 
Pada akhir Februari, serangan yang melibatkan AS dan Israel dilaporkan memicu respons militer dari Iran, termasuk aksi balasan terhadap sejumlah kepentingan kedua negara di kawasan Teluk. Situasi tersebut sempat berujung pada penutupan sementara Selat Hormuz.
 
Meski gencatan senjata kemudian diberlakukan pada awal April melalui mediasi pihak ketiga, kesepakatan jangka panjang hingga kini belum tercapai. Ketegangan maritim masih berlanjut Sejak pertengahan April, Amerika Serikat juga disebut menerapkan pembatasan terhadap aktivitas pelayaran yang terkait dengan Iran di kawasan Selat Hormuz. Kebijakan ini memperumit situasi keamanan maritim di jalur yang sangat strategis tersebut.
 
Dengan pembentukan otoritas baru ini, Iran tampaknya berupaya memperkuat kontrol atas salah satu titik paling sensitif dalam perdagangan energi global, meski langkah tersebut berpotensi memicu respons dari negara-negara lain yang berkepentingan di kawasan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Perlindungan Pekerja Koperasi, Kemenkop - BPJS Ketenagakerjaan Resmikan Kerja Sama Strategis
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Foto: JPU Tuntut Noel Ebenezer 5 Tahun Penjara
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
BI Sebut Cadangan Devisa April 2026 Tetap Kuat Jaga Stabilitas Makroekonomi
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Perlindungan Sosial Digital Meluas ke 42 Kabupaten-Kota, Jangkau 36 Juta Warga
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Dony Oskaria Tindaklanjuti Penyesuaian Bunga PNM Mekaar Jadi 8 Persen untuk Perkuat Pembiayaan Ultra Mikro
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.