IHSG Bergerak Melemah Seiring Pelaku Pasar Wait and See Arah Suku Bunga BI

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/5/2026) pagi bergerak melemah seiring pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Pada pembukaan Selasa pagi, IHSG dibuka melemah 0,03 poin atau 0,00 persen ke posisi 6.599,21. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09 persen ke posisi 650,49.

“Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.400- 6.700,” ujar Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dari dalam negeri, muncul perkiraan bahwa BI akan menaikkan BI-Rate pada pertemuan Selasa (18/5/2026) dan Rabu (19/5/2026) yang disebabkan oleh tekanan terhadap nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, Perry Warjiyo Gubernur BI memprediksi adanya peluang positif terhadap nilai tukar rupiah. Ia memandang nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS akan menguat mulai Juli 2026. Sebelumnya, Rupiah cenderung melemah pada April hingga Juni karena adanya kenaikan permintaan dolar AS pada bulan tersebut.

Lalu apabila BI-Rate dinaikkan untuk tujuan meredam depresiasi Rupiah lebih lanjut, maka hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik bagi investor asing. Diharapkan yield instrumen investasi di domestik menjadi lebih menarik.

Akan tetapi, kenaikan suku bunga dapat berdampak pada kenaikan biaya pinjaman yang dapat mendorong peningkatan beban bunga perusahaan dan mengurangi daya beli masyarakat.

Sedangkan dari luar negeri, keadaan pasar yang selama ini selalu diambang situasi dari konflik di kawasan Timur Tengah, sekarang ini berdasarkan dari laporan Antara, Amerika Serikat (AS) dan Iran terlihat telah melakukan perubahan terhadap proposal dari masing-masing negara mereka untuk mengakhiri perang, meskipun masih berbeda pendapat.

Donald Trump Presiden AS diketahui telah menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran pada Selasa (19/5/2026).

Permasalahannya, dari perang tersebut menimbulkan fluktuasi harga energi dunia. Kemudian, dari kekhawatiran mengenai gejolak energi yang berkepanjangan itu, dapat menyebabkan peningkatan inflasi. Hal ini dapat mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Dengan demikian, yield obligasi pemerintah beberapa negara cenderung naik.

Imbal hasil obligasi yang tinggi tesebut, akan memberikan tekanan pada rumah tangga dan pemerintah melalui biaya pinjaman yang lebih tinggi, serta dapat berdampak terhadap laba perusahaan di masa depan, yang berpotensi mengubah valuasi saham.

Sebagai informasi, harga minyak menguat lebih dari 2 persen meskipun Trump menunda serangan ke Iran. U.S. 10-year Bond Yield naik kurang dari 1 bps ke level 4.601 persen, setelah sebelumnya menguat pada level tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Harga emas spot menguat 0,2 persen di level 4,548 dolar AS per troy ons, seiring pelemahan dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (18/5/2026) kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,58 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,26 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,49 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,44 persen.

Sementara itu, bursa AS di Wall Street bergerak variatif pada Senin (18/05), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,07 persen ke 7.403,05, indeks Nasdaq melemah 0,45 persen ke 28.994,37, dan indeks Dow Jones menguat 0,32 persen ke 49.686,12.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 290,95 poin atau 0,48 persen ke 60.524,00 indeks Shanghai menguat 7,72 poin atau 0,19 persen ke 4.167,89, indeks Hang Seng melemah 10,65 poin atau 0,26 persen ke 4.120,88, dan indeks Strait Times menguat 29,90 poin atau 0,60 persen ke 5.026,65.(ant/mar/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Toyota Veloz Hybrid Catat Pemesanan 10 Ribu Unit
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Proyeksi Sektor Pertambangan RI, dari Kontraksi, Stabilisasi, hingga Recovery
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
PSS Sleman Tak Gentar Bersaing Persib, Persija, dan Dewa United: Siap Bajak Mariano Peralta dari Borneo FC
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Pastikan Pendampingan Penuh untuk Keluarga ABK WNI Korban Pembajakan MT Ander 25
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPR Minta Bursa Efek Siapkan Regulasi Pasar Modal yang Buat Investor Nyaman
• 38 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.