CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Laga pekan pamungkas atau pekan ke-34 Super League musim 2025/26 akan menyajikan duel hidup-mati yang mempertemukan Madura United vs PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026) mendatang.
Pertandingan ini menjadi penentu nasib bagi Laskar Sape Kerrab demi mempertahankan eksistensi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Menjelang laga krusial ini, terdapat lima fakta menarik yang melatarbelakangi bentrokan panas antara Madura United dan PSM Makassar:
1. Rekor Lima Pertemuan Terakhir
Berdasarkan catatan sejarah pertemuan kedua tim di kompetisi domestik, rivalitas Madura United dan PSM selalu berjalan ketat dan berimbang. Dalam lima bentrokan terakhir, kedua tim saling mengalahkan secara bergantian.
Tercatat Madura United dan PSM sama-sama mengamankan dua kemenangan, dimana satu laga lainnya berakhir imbang. Tren saling sikut ini membuktikan bahwa laga di Bangkalan nanti dipastikan berjalan penuh tekanan bagi kedua belah pihak.
2. Skor Imbang Perjumpaan Pertama
Pada putaran pertama Super League 2025/26 yang berlangsung pada 2 November 2025 lalu, kedua tim harus puas berbagi poin. Bertanding di markas Juku Eja, pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1.
Madura United sempat unggul lebih dulu lewat gol Taufany Muslihuddin di akhir babak pertama, sebelum akhirnya disamakan oleh gol telat penyerang PSM, Abdul Rahman, tepat pada menit ke-90.
3. Kondisi di Klasemen Sementara
Kekalahan menyakitkan 1-2 dari PSIM Yogyakarta pada pekan ke-33 memaksa Madura United tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan raihan 32 poin.
Posisi mereka kini berada di ujung tanduk karena hanya terpaut satu angka dari Persis Solo yang menghuni peringkat ke-16 alias batas atas zona degradasi dengan 31 poin. Situasi ini membuat Laskar Sape Kerrab tidak memiliki pilihan selain mengamankan poin penuh di laga pamungkas.
4. Skenario Pahit Madura United Terdegradasi
Skenario terburuk membayangi Madura United jika mereka gagal meraih kemenangan atas PSM. Jika Madura United kalah atau hanya bermain imbang saat menjamu Juku Eja, nasib mereka akan sangat bergantung pada hasil pertandingan lain.
Madura United dipastikan langsung terdegradasi ke kasta kedua jika mereka kehilangan poin di Bangkalan, sementara di saat bersamaan Persis sukses memetik kemenangan saat bertandang ke markas Persita Tangerang.
5. PSM Penentu Nasib Tuan Rumah
Dengan situasi kompetisi yang sudah berada di pekan terakhir, PSM secara tidak langsung memegang kunci penentu nasib Madura United di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Meski Juku Eja bermain tanpa beban di papan tengah, profesionalisme dan motivasi skuad asuhan pelatih Ahmad Amiruddin untuk menutup musim dengan kemenangan akan menjadi ujian terberat sekaligus tembok tebal yang harus diruntuhkan oleh Madura United jika ingin selamat dari jurang degradasi.



