Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad bergerak cepat dalam merespons dinamika yang terjadi di pasar keuangan.
IDXChannel - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad bergerak cepat dalam merespons dinamika yang terjadi di pasar keuangan. Setelah melakukan kunjungan mendadak ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Dasco dijadwalkan mendatangi Gedung Bank Indonesia (BI) pada pukul 14.00 WIB siang ini, Selasa (19/5/2026).
Kunjungan maraton pimpinan parlemen ke otoritas pasar modal dan bank sentral ini dilakukan di tengah momentum fluktuasi tajam nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS, serta koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
Meski belum ada agenda resmi yang dirilis mengenai poin-poin pembahasan di BI nanti siang, kunjungan ini diprediksi bakal membahas langkah-langkah strategis pemulihan stabilitas moneter, koordinasi kebijakan makro, serta memastikan efektivitas intervensi pasar yang tengah berjalan.
Sebelum bertolak ke BI, Dasco terpantau mendatangi Gedung BEI pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Tidak sendirian, Dasco hadir bersama petinggi lembaga pengelola aset negara, yakni CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.
Setibanya di lokasi, rombongan langsung menggelar pertemuan. Di lokasi yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi juga diketahui tengah berkantor di gedung bursa.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan pergerakan IHSG yang kembali tertekan ke zona merah pada pembukaan pasar. Pada pukul 09.25 WIB, indeks saham domestik melorot 0,35 persen ke level 6.576,07, melanjutkan tren koreksi dari hari sebelumnya yang sempat turun 1,85 persen atau terpangkas 124,07 poin menuju level 6.599,24.
Merespons tingkat volatilitas pasar yang tinggi, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, meminta para investor dan pelaku pasar modal untuk tidak panik dan tetap mengacu pada analisis fundamental yang rasional. Jeffrey menegaskan bahwa penurunan indeks saat ini masih sejalan dengan tren koreksi di pasar global.
“Jika kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia saat kita libur, ditambah sedikit koreksi tambahan hari ini, hasilnya memang sama dengan penurunan yang kita alami sekarang. Jadi, masih inline dengan tren pasar global,” kata Jeffrey.
(Rahmat Fiansyah)





