World Central Kitchen Kurangi Bantuan di Gaza, Warga Khawatir Kelaparan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gaza: Puluhan pengungsi Palestina menggelar aksi protes di depan pusat distribusi World Central Kitchen di Desa Al Masdar, Gaza wilayah tengah, akibat pemotongan bantuan makanan siap saji.

Mereka memperingatkan kebijakan tersebut dapat mendorong keluarga pengungsi kembali menghadapi ancaman kelaparan.

Dalam aksi itu, pria, perempuan, dan anak-anak membawa poster tuntutan agar distribusi bantuan makanan dilanjutkan. Sejumlah demonstran juga memukul panci kosong sebagai bentuk protes terhadap pengurangan bantuan yang dinilai mengancam sumber pangan utama warga pengungsi.

World Central Kitchen menyatakan keputusan pengurangan bantuan dilakukan sepenuhnya karena tekanan finansial, bukan karena menurunnya kebutuhan kemanusiaan di Gaza.

Organisasi tersebut mengatakan tetap akan mendistribusikan ratusan ribu makanan setiap hari setelah sebelumnya menyediakan hingga 1 juta porsi per hari. Ancaman Kelaparan Seorang perempuan lanjut usia pengungsi Palestina mengatakan banyak keluarga sepenuhnya bergantung pada dapur umum bantuan untuk bertahan hidup.

“Kami sepenuhnya bergantung pada makanan ini. Kami tidak mampu membeli makanan dan tidak memiliki gas maupun kayu untuk memasak,” ujarnya, dikutip dari media Anadolu Agency, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menambahkan sejumlah keluarga bahkan sudah beberapa hari tidak mendapatkan makanan. Menurutnya, jika pengurangan bantuan terus berlanjut, kondisi kelaparan di Gaza akan kembali memburuk. Desakan Cabut Pengurangan Bantuan Salah satu koordinator aksi, Abdel Hadi Muslim, mengatakan ribuan keluarga di kamp pengungsi Bureij dan Maghazi kehilangan akses terhadap makanan harian setelah keputusan pengurangan bantuan diberlakukan.

Ia mendesak organisasi bantuan dan para donor internasional untuk terus mendukung lembaga kemanusiaan, khususnya badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Layanan ini menjadi penyelamat bagi ribuan keluarga miskin dan pengungsi,” kata Muslim.

Pengurangan bantuan ini bukan yang pertama dilakukan organisasi tersebut. Awal tahun ini, kantor media pemerintah Gaza menyebut World Central Kitchen sempat menghentikan dukungan tepung bagi toko roti yang menyediakan roti bersubsidi di wilayah itu.

Menurut Program Pangan Dunia, sekitar 1,6 juta warga Gaza menghadapi kerawanan pangan parah, termasuk lebih dari 100 ribu anak-anak serta 37 ribu perempuan hamil dan menyusui. Israel juga disebut terus memberlakukan blokade di Jalur Gaza sejak 2007 yang membuat sekitar 2,4 juta penduduk berada di ambang kelaparan.

Serangan militer Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72 ribu orang dan melukai lebih dari 172 ribu lainnya. Konflik tersebut juga menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah Gaza. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Krisis Pangan di Jalur Gaza Memburuk, Butuh 450 Ton Tepung per Hari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahasa Inggris Akan Jadi Pelajaran Wajib Sejak Kelas 3 SD, Guru Sedang Disiapkan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Demi Kedaulatan Bangsa, Pemerintah Harus Segera Selamatkan WNI Diculik Israel
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Ingin Mobil Kepresidenan Khusus, Menkeu: Anggaran Pasti Ada
• 2 jam laludisway.id
thumb
MPR Angkat Bicara Soal Sanksi yang Diterima Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalbar Seusai Tuai Polemik
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Preview Bournemouth vs Manchester City: Rekor Tuan Rumah Bikin Cemas Guardiola
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.