Pimpinan DPR-Danantara Sidak, BEI Pastikan 15 Perusahaan Masih Ada dalam Pipeline IPO

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, kini terdapat 15 perusahaan yang berada dalam antrean pipeline pencatatan umum perdana saham atau IPO.

Pimpinan DPR-Danantara Sidak, BEI Pastikan 15 Perusahaan Masih Ada dalam Pipeline IPO. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, kini terdapat 15 perusahaan yang berada dalam antrean pipeline pencatatan umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Sebagian besar karakteristik perusahaannya merupakan kategori papan utama.

"Di pipeline jumlah supply side potensial kita ada 15 (perusahaan). Dengan karakteristik sebagian besar itu adalah perusahaan-perusahaan yang kategori papan utama," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, jajaran pimpinan Danantara Indonesia dan OJK saat melakukan sidak di gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:
Kunjungi BEI saat IHSG Melemah, Dasco Percaya Bursa Semakin Kuat

Saat ini, kata dia, terdapat 957 perusahaan tercatat di BEI. Mayoritas di antaranya telah tertib menyampaikan laporan keuangan.

“Jumlah perusahaan tercatat yang ada di kita di Bursa Efek Indonesia adalah 957. Hampir 85 persen sudah menyampaikan laporan keuangan,” katanya.

Baca Juga:
IHSG Tertekan, Wakil Ketua DPR hingga Petinggi Danantara-OJK Sambangi BEI

Selain itu, dari sisi investor juga tercatat mengalami pertumbuhan signifikan. Nyoman menyebut saat ini jumlah investor pasar modal telah mencapai 27 juta investor.

Baca Juga:
Ketidakpastian di Pasar Saham Masih Tinggi, BEI Ingatkan Ini pada Investor

“Tadi juga sudah disampaikan dari sisi demand side juga menunjukkan peningkatan. Saat ini sudah ada 27 juta investor,” katanya.

Nyoman menilai kondisi tersebut menunjukkan kualitas dan fundamental perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia masih relatif kuat.

“Terus kemudian dari sisi kualitas atau performance perusahaan tercatat kita yang ditunjukkan oleh financial performance relatif meningkat,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Nyoman menyebut kinerja fundamental emiten di pasar modal Indonesia masih menunjukkan tren positif di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nyoman mengungkapkan, fundamental laporan keuangan emiten tercatat mengalami peningkatan. Bahkan, dari sisi laba bersih naik sebesar 21,5 persen

“Dan informasi yang dapat saya sampaikan adalah secara fundamental net income dan kemudian dari sisi net profit itu meningkat 21,5 persen,” kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpilih Secara Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Resmi Pimpin IKAL Lemhannas Periode 2026-2031
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Biayai Tambang Emas Masmindo, INDY Terbitkan Surat Utang USD100 Juta
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Analisis Pakar Blak-Blakan soal Trump Ancam Iran Lagi, AS dan Israel Bersiap Perang? | SAPA PAGI
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Peradi dan Organisasi Advokat Singapura Pererat Kolaborasi Hukum Proyek Infrastruktur
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.