Bank Sentral Korea Selatan (Korsel) memperkirakan bahwa aksi mogok di Samsung Electronics dapat memangkas pertumbuhan ekonomi.
IDXChannel - Bank Sentral Korea Selatan (Korsel) memperkirakan bahwa aksi mogok di Samsung Electronics dapat memangkas pertumbuhan ekonomi negara itu sebesar 0,5 poin persentase tahun ini.
Dilansir dari Korea Times pada Selasa (19/5/2026), Bank of Korea (BOK) baru-baru ini menyusun laporan mengenai masalah ini dan menyerahkannya kepada Kementerian Keuangan.
Laporan tersebut memperkirakan kerugian jika rencana pemogokan terwujud bisa mencapai sekitar 30 triliun won. BOK juga mencatat bahwa dibutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk memulihkan produksi jika lini produksi chip memori perusahaan berhenti total.
Sebelumnya, BOK memproyeksikan ekonomi Korea akan tumbuh 2,0 persen pada 2026.
Negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia ini tumbuh 1,7 persen pada kuartal pertama, menandai pertumbuhan tercepat dalam lebih dari lima tahun, didorong oleh ekspor chip semikonduktor yang kuat.
Laporan tersebut muncul ketika para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja mengumumkan rencana untuk melakukan pemogokan besar-besaran selama 18 hari mulai Kamis, dengan lebih dari 50.000 anggota diperkirakan akan berpartisipasi. Mereka menuntut bonus yang lebih tinggi yang terkait dengan laba operasional perusahaan.
Setelah berminggu-minggu mengalami kebuntuan, manajemen dan serikat pekerja Samsung Electronics memasuki hari kedua pembicaraan yang dimediasi pemerintah yang bertujuan untuk mencegah pemogokan di produsen chip memori terbesar di dunia tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)





