Aktivitas kegempaan Semeru masih tinggi sehingga status tetap Siaga

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan bahwa aktivitas Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih tinggi selama sepekan terakhir, sehingga statusnya tetap pada Level III atau Siaga.

"Semeru pada periode 8-15 Mei 2026 memperlihatkan bahwa aktivitasnya masih didominasi oleh proses permukaan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.

Menurut dia aktivitas erupsi, awan panas, dan guguran lava Gunung Semeru masih terjadi, namun secara visual jarang teramati karena terkendala oleh cuaca yang berkabut.

"Akumulasi material hasil erupsi berupa letusan dan aliran lava maupun pembentukan 'scoria cones' berpotensi menjadi guguran lava pijar, atau pun awan panas," katanya.

Ia mengatakan jumlah gempa yang terekam menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Semeru masih relatif tinggi, terutama gempa letusan, guguran, embusan, tremor harmonik, dan vulkanik dalam.

Terekamnya kejadian getaran banjir dalam periode itu mengindikasikan adanya lahar di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama mengarah ke aliran Besuk Kobokan.

Baca juga: BPBD Lumajang tangani banjir luapan Semeru dengan 300 KK terdampak

Evaluasi terhadap data pemantauan menunjukkan bahwa awan panas yang masih terjadi saat ini merupakan respons
dari material permukaan yang tidak stabil, bukan akibat proses magmatik.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III atau Siaga," kata Lana.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III, sehingga rekomendasinya yakni masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Baca juga: Gunung Semeru erupsi disertai awan panas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jembatan Penghubung di Cilebut Bogor Roboh, Renovasi Ditarget Rampung Sebulan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Sumut Gagalkan Sabu 29 Kg Jaringan Thailand, Kurir Ditangkap Dijanjikan Rp70 Juta
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
“Saya Tidak Mau Bikin Mama Saya Nangis Terus Mikirin Anaknya”
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Pagaralam Sumsel, Cek Kekuatan Magnitudonya
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Rupiah Masih Tertekan, Ekonom Ungkap Syarat Agar Kembali ke Level Rp16.000
• 13 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.