Peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), membuat mafia LPG 3 kilogram atau gas melon kepanasan.
Pasalnya, di Kopdes Merah Putih, gas melon dijual dengan harga Rp16.000 per tabung. Harga ini sesuai subsidi pemerintah dan membatasi praktik mafia yang kerap melakukan mark-up hingga Rp25.000 bahkan lebih.
“Banyak mafia yang kepanasan lihat Prabowo resmikan Kopdes Merah Putih jual gas melon Rp16.000. Padahal ini harga subsidi yang seharusnya sampai ke rakyat kecil!!” tulis pegiat media sosial Eko Widodo di akun X pribadinya, Selasa (19/5).
Ia menilai, kebijakan sebelumnya yang mewacanakan rakyat membeli langsung ke agen justru menimbulkan antrean panjang dan kelangkaan. “Mark-up berlapis dari agen ke subagen hingga pengecer bikin harga melonjak Rp25 ribu bahkan lebih,” imbuhnya.
Menurut Eko, melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), masyarakat kecil kini lebih mudah mendapatkan barang subsidi dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Viral Harga Jual LPG di Kopdes Merah Putih: Mimpi Buruk Tukang Getok
Baca Juga: Cek Sekarang! Ini Hasil Seleksi Kompetensi Koperasi Desa Merah Putih 2026
“Sekarang KDMP jadi jalur langsung pemerintah ke masyarakat tanpa terlalu banyak perantara nakal. Bukan cuma gas, sembako, pupuk, dan kebutuhan pokok lain juga lebih murah dan stabil,” jelasnya.
Presiden Prabowo sendiri menargetkan pembentukan hingga 80.000 unit Kopdes di seluruh Indonesia untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus mengurangi kebocoran subsidi. “Bikin rakyat tak lagi dimainin mafia distribusi,” tegas Eko.





