BYD Ungkap Alasan Masuk Segmen PHEV lewat M6 DM

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — BYD Indonesia mulai masuk ke segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di pasar domestik melalui peluncuran model BYD M6 DM.

Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia Luther T. Panjaitan mengatakan Indonesia masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, terutama di luar wilayah perkotaan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kendaraan PHEV menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas penggunaan BBM.

"Adopsi teknologi baru, khususnya di wilayah rural, juga belum secepat kawasan urban. Karena itu, kehadiran PHEV menjadi solusi pelengkap untuk menjawab kondisi tersebut," ujar Luther, dikutip Selasa (19/5/2026).

Dia menjelaskan bahwa kendaraan PHEV menawarkan fleksibilitas lebih tinggi karena pengguna tetap dapat mengisi BBM ketika daya baterai habis digunakan.

Selain itu, kendaraan PHEV sendiri telah berkontribusi lebih dari 45% terhadap total penjualan BYD secara global.

Baca Juga

  • Honda Fokus Strategi Elektrifikasi ke Hybrid, Bakal Luncurkan 18 Model hingga 2030
  • Mobil Listrik Tesla-Volkswagen Cs Mogok, Bisakah Didorong Seperti Kendaraan Biasa?
  • BYD Resmi Luncurkan M6 DM Berteknologi PHEV, Cek Spesifikasinya!

Meski demikian, perseroan mengaku masih mempelajari lebih lanjut prospek kendaraan PHEV di pasar Indonesia. Kendaraan bermesin konvensional dan battery electric vehicle (BEV) tercatat masih mendominasi pasar mobil domestik.

“Untuk menilai situasi, kami belum terlalu bisa berpendapat, karena kami baru mulai dan masih dalam tahap perkenalan. Namun secara kalkulasi dan analisis, kami melihat ini adalah solusi yang cukup prospektif,” jelasnya.

Menurut Luther, BYD M6 DM memiliki potensi di pasar domestik karena menyasar segmen kendaraan tujuh penumpang yang masih menjadi salah satu segmen dengan pangsa terbesar di Indonesia.

Selain kapasitas penumpang lebih besar, kendaraan tersebut diklaim tetap kompetitif dari sisi harga serta sesuai dengan kebutuhan konsumen di wilayah rural.

Sebagai informasi, teknologi BYD DM merupakan salah satu teknologi New Energy Vehicle (NEV) milik BYD. DM merupakan singkatan dari Dual Mode yang mengombinasikan sistem kendaraan listrik dan hybrid dalam satu platform.

Berbeda dengan kendaraan konvensional yang menggunakan mesin bensin sebagai penggerak utama, sistem BYD DM memprioritaskan motor listrik sebagai sumber tenaga utama. Sementara itu, mesin bensin berfungsi sebagai pendukung untuk menghasilkan energi listrik dan meningkatkan efisiensi saat dibutuhkan.

Dari sisi spesifikasi, BYD M6 DM dibekali mesin 1.5L dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm. Kendaraan tersebut juga menggunakan motor EHS 5.0 dengan putaran hingga 15.000 rpm.

BYD menyebut teknologi tersebut mendukung perpindahan tiga mode berkendara utama, yakni EV, series, dan parallel tanpa hentakan. Selain itu, sistem kontrol terintegrasi 7-in-1 diklaim mengalami peningkatan kemampuan komputasi chip hingga 146%.

Dari sisi efisiensi, BYD mengklaim konsumsi bahan bakar M6 DM mencapai 65 kilometer per liter dengan jarak tempuh total lebih dari 1.800 kilometer. Adapun efisiensi termal mesin disebut mencapai 46%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polling: Dalam Sehari, Kamu Terima Scam Call Berapa Kali?
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenkes Dukung BNN Larang Vape, Siti Nadia Bocorkan Efek Mengerikan Rokok Elektrik
• 8 menit lalutvonenews.com
thumb
Purnomo Yusgiantoro Resmi Dilantik Jadi Ketum IKAL Lemhannas RI
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Wapres Gibran Tekankan Pentingnya Penguatan Toleransi dan Moderasi Beragama
• 8 menit lalumatamata.com
thumb
Menhan Sjafrie Jawab Kabar RI Buat Komitmen Lintas Udara dengan AS
• 33 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.