Dorong UMKM Naik Kelas, BSI (BRIS) Dukung Produk Haji Buatan Indonesia Tembus Global

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

BSI memperkuat ekonomi kerakyatan dan industri halal nasional dengan melibatkan puluhan UMKM binaan dalam produksi perlengkapan jamaah haji Indonesia

Dorong UMKM Naik Kelas, BSI (BRIS) Dukung Produk Haji Buatan Indonesia Tembus Global (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) memperkuat ekonomi kerakyatan dan industri halal nasional dengan melibatkan puluhan UMKM binaan dalam produksi perlengkapan jamaah haji Indonesia.

Produk tersebut mulai dari kain ihram, mukena, batik haji hingga tas serut yang digunakan jamaah tahun ini diproduksi oleh para pengrajin dalam negeri, terutama dari sentra UMKM di Pekalongan, Jawa Tengah dan Bandung, Jawa Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BSI membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, sekaligus mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan mampu menembus pasar global melalui produk-produk berkualitas berstandar internasional.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, keterlibatan UMKM dalam penyediaan kebutuhan jamaah haji tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan industri halal dan budaya Indonesia di panggung dunia.

"BSI tidak hanya hadir sebagai bank penerima setoran haji terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi umat. Kami ingin perjalanan ibadah haji memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Kemas Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, BSI konsisten mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program strategis, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi sertifikasi halal, hingga membuka akses business matching ke pasar internasional.

Tahun ini, dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah melakukan pelunasan haji melalui BSI.

Untuk memenuhi kebutuhan jamaah tersebut, BSI menyediakan sekitar 104 ribu mukena, 85 ribu kain ihram, dan sekitar 190 ribu potong kain batik yang dibagikan kepada calon jamaah haji Indonesia.

Selain itu, BSI juga menyediakan tas serut untuk mendukung kenyamanan jamaah selama beribadah di Tanah Suci. Seluruh pengadaan tersebut dikerjakan bersama 37 UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi ketat sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Tidak hanya mendukung kebutuhan perlengkapan ibadah, BSI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap jamaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus dengan mengirimkan 600 kursi roda yang akan digunakan pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dukungan tersebut diharapkan membantu jamaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan lancar.

Salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam produksi batik haji nasional, Ahmat Failasuf mengaku bangga mendapatkan kepercayaan untuk memproduksi batik resmi jamaah haji Indonesia.

“Kami bersyukur dan bangga mendapatkan amanah untuk memproduksi batik haji Indonesia. Ini bukan sekadar produksi kain, tetapi juga membawa identitas bangsa Indonesia ke Tanah Suci,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman hampir tiga dekade di industri batik menjadi modal penting dalam menjaga kualitas dan kepercayaan tersebut. Menurutnya, batik Indonesia akan menjadi identitas dan pembeda jamaah Indonesia di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara di dunia.

Keterlibatan UMKM dalam ekosistem haji nasional diyakini mampu menciptakan multiplier effect yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat industri halal nasional, sekaligus memperluas eksposur produk budaya Indonesia di level global.

BSI sendiri terus memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui berbagai inisiatif strategis seperti pengembangan layanan BSI UMKM Center, pendampingan sertifikasi halal, pelatihan usaha, hingga fasilitasi akses pasar dan pembiayaan.

Perseroan juga akan terus memperkuat kontribusi terhadap program Asta Cita Pemerintah melalui pengembangan pembiayaan segmen ritel dan UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.



(kunthi fahmar sandy)

Baca Juga:
Bertolak ke Saudi, Wamenhaj Minta Jamaah Laporkan Jika Ada Pungutan Oknum

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksklusif! Punya Banyak Tawaran yang Lebih Menggiurkan, Luis Estrella Mantap Pilih Timnas Futsal Indonesia Putri
• 4 jam lalubola.com
thumb
Jakarta Barat Darurat Begal, Warga Ramai Bagikan Pengalaman
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Beda Tuntutan Hukuman 3 Prajurit TNI di Kasus Pembunuhan Kacab Bank
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Tanda Pacar Serius Denganmu
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
KPK Periksa Muhadjir, Ditanya soal Kuota Tambahan Haji 2022
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.