Hujan Deras Picu Banjir di Tiga Provinsi Indonesia, Ribuan Rumah Terendam

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, banjir melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan ribuan rumah warga terendam, fasilitas publik terdampak, hingga memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, banjir dipicu oleh meluapnya sungai setelah curah hujan tinggi mengguyur sejumlah daerah secara terus-menerus.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan air sungai yang merendam permukiman warga dan fasilitas umum di beberapa wilayah,” kata Abdul Muhari dilansir dari Antara, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir di Sulawesi Tengah terjadi di Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, pada Senin (18/5/2026).

Sebanyak 66 warga terdampak dalam peristiwa tersebut. Selain merendam 66 rumah warga, banjir juga menggenangi satu fasilitas kesehatan, satu rumah ibadah, dan satu fasilitas umum lainnya.

Sementara itu, banjir dengan dampak cukup besar terjadi di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Di Kabupaten Tapin, banjir merendam 155 rumah warga di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan. Sedikitnya 589 jiwa terdampak akibat luapan air yang masuk ke kawasan permukiman.

Adapun di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, banjir melanda tiga kecamatan dengan dampak kerusakan yang lebih luas. BNPB mencatat sebanyak 2.489 rumah warga terendam, disertai kerusakan pada 12 fasilitas ibadah, 13 fasilitas pendidikan, dan 15 bangunan perkantoran.

Ketinggian muka air di wilayah tersebut dilaporkan berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.

Di Jawa Barat, banjir juga melanda Kabupaten Cirebon setelah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di empat kecamatan.

Sebanyak 1.363 rumah terdampak banjir dengan total warga terdampak mencapai 5.139 jiwa. Dari jumlah tersebut, 30 orang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi menghindari risiko yang lebih besar.

Meski demikian, BNPB menyebut kondisi banjir di Parigi Moutong dan Kabupaten Cirebon mulai berangsur surut. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah masih disiagakan untuk melakukan penanganan darurat, asesmen cepat, serta evakuasi warga.

“Kondisi terkini di Parigi Moutong dan Cirebon dilaporkan banjir sudah mulai berangsur surut. Namun, petugas BPBD di masing-masing daerah terus bersiaga untuk melakukan penanganan darurat, kaji cepat, serta evakuasi warga ke tempat yang aman,” ujar Abdul Muhari.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan di sejumlah wilayah masih tergolong tinggi.

Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” kata Abdul Muhari. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emiten Prajogo Pangestu Jeblok, Harta Menguap Rp300 T, Masih Terkaya?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prakiraan Cuaca Selasa 19 Mei, Sejumlah Kota Besar Diguyur Hujan Petir Hari Ini
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Lagu Siti Mawarni Sindir Beking Bandar Narkoba, BNN Gelar Operasi Saber Bersinar Sita Ratusan Kg Narkotika
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Dampingi Mendagri Safrizal ZA Bahas Sistem Darurat Terintegrasi 112 Bersama Korea Selatan
• 22 jam laludisway.id
thumb
Dinas Pendidikan Jatim Siapkan Beasiswa Swasta untuk Murid Tak Lolos SMA Negeri
• 12 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.