Kronologi Sarwendah Dituduh Lakukan Pesugihan, Alasannya ke Gunung Kawi Disorot sampai Siap Polisikan Penyebar Fitnah

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Sarwendah mendadak dituduh lakukan pesugihan. Alasannya ke Gunung Kawi kini jadi sorotan sampai siap polisikan penyebar fitnah.

Nama mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah, mendadak ramai diperbincangkan setelah sebuah video wawancara viral. Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga sebagai guru atau juru kunci di kawasan Gunung Kawi membeberkan deretan nama besar dari kalangan artis hingga pengusaha yang pernah berkunjung ke tempat tersebut.

Berikut kronologi Sarwendah dituduh lakukan pesugihan. Alasannya ke Gunung Kawi kini jadi sorotan sampai sang artis siap polisikan penyebar fitnah.

Dalam perbincangan di kanal YouTube Bang Brew TV, Pesulap Merah sempat menanyakan kegiatan para pengunjung yang datang ke lokasi tersebut. Pria yang dikenal dengan sapaan Pak Narko itu menjelaskan bahwa kawasan Gunung Kawi selama ini memiliki beragam pandangan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Gunung Kawi sering didatangi sejumlah tokoh terkenal untuk menjalankan ritual tertentu maupun sekadar berziarah. Ia menyebut kedatangan para figur publik tersebut umumnya bertujuan mencari keberkahan atau yang biasa dikenal dengan istilah “ngalap berkah”.

Pak Narko pun secara terbuka mengungkap beberapa nama selebritas Tanah Air yang disebut pernah datang ke kawasan tersebut.

"Orang-orang berhasil motong sapi seperti ini. Syukuran, mengucapkan rasa terima kasih. Banyak sekali (artis yang datang)," ujar Pak Narko saat diwawancara Pesulap Merah dilansir dari YouTube Bang Brew TV.

Tak hanya menyebut artis senior, Pak Narko juga terang-terangan menyinggung nama artis masa kini, yakni Sarwendah, mantan istri Ruben Onsu. Menurutnya, kedatangan para artis tersebut bukan hanya untuk berkunjung biasa, melainkan memiliki tujuan tertentu yang disertai pelaksanaan ritual.

"Terus selanjutnya kalau artis-artis biasa di Indosiar itu banyak, yang termasuk Sarwendah itu juga ke sini, memang punya tujuan ritual, iya ritual," ujar Pak Narko saat kembali dikonfirmasi Pesulap Merah.

Untuk memperkuat penjelasannya, Pak Narko juga menyebut lokasi itu pernah dijadikan tempat pengambilan gambar film lawas Empat Sekawan. Dalam video tersebut turut diperlihatkan foto seorang pengunjung yang disebut berhasil mewujudkan nazar besarnya setelah datang ke tempat itu.

Pengunjung tersebut tampak menyembelih seekor sapi berukuran besar sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas keberhasilan yang diperoleh. Pak Narko menegaskan ritual yang dilakukan di lokasi itu pada umumnya hanya menggunakan media bunga dan dupa sebagai sarana berdoa kepada Tuhan.

 

Ia juga menjelaskan bahwa wujud rasa syukur setelah memperoleh keberhasilan biasanya dilakukan melalui acara selamatan seperti tumpengan maupun kegiatan sosial.

"Sering balik setahun 4 kali Pak paling enggak, bikin bagi-bagi sembako banyak sampai mendata masyarakat ini berapa jumlahnya," jelas Pak Narko.

Meski selama ini Gunung Kawi sering dikaitkan dengan isu pesugihan dan praktik tumbal, Pak Narko menegaskan bahwa lokasi tersebut sejatinya merupakan tempat untuk berziarah.

Tak lama setelah potongan wawancara itu beredar, berbagai spekulasi pun mulai muncul di tengah publik. Komentar dan tanggapan warganet yang menyinggung Sarwendah juga ramai bermunculan di media sosial X.

Seperti diberitan Grid.ID sebelumnya, Menanggapi hal itu, pihak kuasa hukum Sarwendah langsung memberikan klarifikasi.‎‎"Klien kami menolak tegas bahwa framing lagi terhadap klien kami terkait pesugihan ini dilakukan oleh klien kami," ujar kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).

Pihak kuasa hukum menjelaskan bahwa kedatangan Sarwendah ke Gunung Kawi terjadi sekitar tahun 2021 hingga 2022 untuk keperluan syuting podcast horor Kakak Beradik.

"Jadi memang pada saat itu memang ada syuting podcast Kakak Beradik. Jadi memang ada pengambilan gambar dan video di sana, jelas-jelas begitu," ungkap rekan Chris, Simon Abraham.

Chris juga menegaskan bahwa penentuan lokasi syuting bukan keputusan Sarwendah secara pribadi. Sebagai seorang artis, ia hanya mengikuti konsep dan arahan dari tim kreatif yang menangani produksi acara tersebut.

"Ini kalau namanya podcast itu kan penentuannya bukan cuma dari klien kami ya, ada tim kreatifnya. Jadi yang namanya artis ini kan dia mengikuti tim kreatifnya di mana, jadi bukan hanya keputusan satu orang," jelas Chris.

Meski tidak meyakini hal-hal berbau mistis, Sarwendah tetap menunjukkan sikap profesional dalam pekerjaannya dengan menjalani proses syuting sesuai arahan tim kreatif.

 

‎"Enggak profesional kalau dia menolak apa yang sudah diputuskan sama tim, jadi harus profesional klien kami. Dia mungkin enggak takut hal-hal begitu ya, dia ikuti aja yang penting itu memang keputusan dari tim kreatif," tambah Chris.

‎Pihak Sarwendah pun berharap isu tersebut tidak berkembang menjadi fitnah. Mereka menegaskan bahwa kedatangan Sarwendah ke Gunung Kawi semata-mata untuk kepentingan pekerjaan.

‎"Jadi sederhananya bahwa kalau menemukan klien kami satu kali saja di Gunung Kawi artinya kan bukan pesugihan. Pesugihan itu kan akan berulang, dia datang lagi, dia minta lagi," tutup Chris.

Selanjutnya, Sarwendah disebut akan mengambil langkah tegas terkait isu pesugihan Gunung Kawi yang turut menyeret namanya. Melalui kuasa hukumnya, ia menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap tudingan yang dianggap sebagai fitnah.

"Kami akan pelajari video-video yang beredar. Kalau memang video ini disebarkan atau memang diframing menjelekkan nama baik klien kami, kami pasti akan lakukan upaya hukum," tegas kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, di Tebet, Jakarta Selatan.

‎Saat ini, tim kuasa hukum masih mendalami berbagai video dan konten yang tersebar di media sosial untuk memastikan ada atau tidak unsur pencemaran nama baik sebelum mengambil tindakan hukum lebih lanjut.

‎"Belum, belum kita kategorikan pencemaran karena kita butuh video utuhnya. Tapi kalau memang masih mem-framing klien kami, jelas-jelas kami akan proses hukum," ujar Chris.

Pihak Sarwendah juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang diduga sengaja menyebarkan informasi bohong. Mereka berencana melayangkan somasi terlebih dahulu sebelum menempuh jalur hukum ke kepolisian.

"Kita akan coba somasi dulu, kita duduk bersama dulu ya, kalau memang tidak sengaja ya kita maafkan. Tapi kalau memang sudah sebuah kesengajaan, ya pasti kita akan laporkan," lanjut Chris.

‎Langkah tersebut diambil demi menjaga nama baik Sarwendah beserta keluarganya. Pihak kuasa hukum khawatir isu yang beredar dapat memberikan dampak negatif terhadap anak-anak Sarwendah di kemudian hari.

"Ini bahaya, bisa jadi bola liar yang memang ujung-ujungnya kembali lagi anak-anak kan mendengar, melihat berita. Ini bagaimana anak-anak klien kami melihat ini," tambah rekan Chris, Simon Abraham.

 

‎‎Pihak Sarwendah berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi penyebar berita bohong di media sosial. Mereka juga memastikan akan terus memantau perkembangan isu tersebut.‎‎"Klien kami tidak ingin terus-terusan ada pihak yang selalu menyudutkan klien kami gitu. Kami akan coba teliti dulu ada maksud terselubung apa di balik ini," tutup Simon. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: BNN Bongkar 715 Kasus Narkotika di Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi I DPR Rapat dengan Menhan-Panglima, Bahas Geopolitik-Pasukan di Timteng
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Sah! 21 Ketua Terpilih PAN Se-Sulsel Kantongi SK, Ada Sosok Perempuan Petarung
• 19 jam laluharianfajar
thumb
RS Bertaraf Internasional Segera Hadir, Gubernur Bobby Harapkan Layanan Maksimal
• 24 menit lalukumparan.com
thumb
Jembatan Penghubung di Cilebut Bogor Roboh, Renovasi Ditarget Rampung Sebulan
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.