Banjir Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Banjir Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga TerdampakNasional | sindonews | Selasa, 19 Mei 2026 - 14:23Dengarkan Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah peristiwa bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, sejak Senin-Selasa (18-19/5/2026) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah seperti banjir masih menjadi atensi pemerintah daerah selama periode tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan kejadian pertama adalah banjir yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (18/5).

"Adapun wilayah yang terdampak adalah Desa Tuladenggi Pantai Kecamatan Moutong. Sebanyak 66 warga terdampak atas kejadian ini," kata Aam sapaan Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Sumatera-Jawa Berpotensi Cuaca Ekstrem, BNPB Imbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Baca Juga:7 Remaja Putri Digerebek Pesta Miras di Lampung, 3 Orang Mengaku Penyuka Sesama Jenis

Aam mengatakan banjir juga merendam permukiman warga dan fasilitas lainnya. Tercatat 66 unit rumah, 1 fasilitas kesehatan, 1 fasilitas ibadah dan 1 fasilitas umum. BPBD Parigi Moutong telah melakukan asesmen dan upaya penanganan darurat. Kondisi terkini dilaporkan banjir sudah mulai surut.Berikutnya, kata Aam, peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, setelah sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (18/5) pukul 08.54 WITA. Sedikitnya 155 unit rumah warga di Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan terendam banjir dengan tinggi muka air bervariasi.

"Terdapat 589 jiwa terdampak atas kejadian ini. Berdasarkan pantauan visual dilapangan, debit air masih mengalami kenaikan. BPBD Kabupaten Tapin berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan darurat," katanya.

Lihat video: MENCEKAM! Banjir Bandang Terjang Mamasa, Puluhan Warga Terjebak di RumahMasih di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (18/5). Lokasi terdampak antara lain Desa Kayu Jabah; Desa Jaranih; Desa Masiraan; Desa Palajau di Kecamatan Pandawan, Desa Mandingin; Desa Pajukungan; Kelurahan Bukat; Kelurahan Barabai Utara; Kelurahan Barabai Selatan; Kelurahan Barabai Darat; Kelurahan Barabai Timur di Kecamatan Barabai, Desa Paya Besar; Desa Aluan Besar di Kecamatan Batu Benawa.

Baca Juga:Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Banyumas, 1 Orang Ditangkap

"Hasil kaji cepat sementara mencatat 2.489 rumah, 12 unit fasilitas ibadah, 13 unit fasiliytas pendidikan, 15 unit perkantoran terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 10 - 60 sentimeter. BPBD Hulu Sungai Tengah segera melakukan asesmen dan melakukan upaya penganan darurat," ujar Aam.

Beralih ke Provinsi Jawa Barat, Aam mengatakan bahwa banjir terjadi di Kabupaten Cirebon. Hujan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (18/5) memicu peningkatan debit sungai hingga meluap ke perumahan warga. Adapun lokasi terdampak berada di Kelurahan Kalijaga; Kelurahan Harjamukti di Kecamatan Harjamukti, Kelurahan Pegambiran; Kelurahan Kasepuhan di Kecamatan Lemahwungkuk, Kelurahan Drajat di Kecamatan Kesambi, Kelurahan Jagasatru di Kecamatan Pekalipan. "Atas peristiwa ini sebanyak 1.363 unit rumah terdampak dan 5.139 warga terdampak. Banjir juga memaksa 30 warga mengungsi ke rumah kerabat. Kondisi terkini, banjir berangsur surut dengan ketinggian air berkisar antara 40-150 sentimeter. BPBD Kabupaten Cirebon segera melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman," ungkapnya.

Baca Juga:Respons Klarifikasi JK, Razman: Jangan Terjebak Isu dan Lihat Persoalan Secara Utuh

Menyikapi masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah di Tanah Air yang memicu rangkaian bencana, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi," imbaunya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Kemenkes RI Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Malaysia Masters 2026: Thalita Ramadhani ke Babak 32 Besar, Langkah Verrell/Aisyah Terhenti
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
4 WNA Jadi Korban Begal di Jakarta, 8 Pelaku Diringkus
• 18 jam laludetik.com
thumb
Hoki dan Kebahagiaan Datang Bersamaan! 6 Shio Ini Untung Besar pada Selasa19 Mei 2026
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Video: Ekonom Kritisi Layer Cukai Rokok Demi Berantas Rokok Ilegal
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.