JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap tempe dan seni pertunjukan Mak Yong ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO 2026.
Hal itu disampaikan Fadli saat menjawab pertanyaan wartawan terkait perkembangan usulan warisan budaya Indonesia ke UNESCO dalam taklimat media penetapan cagar budaya peringkat nasional 2026, Selasa (19/5/2026).
“Tahun ini kalau tidak salah ada dua, yaitu budaya tempe dan Mak Yong? Mak Yong dengan tempe. Ya, mudah-mudahan nanti bisa diinskripsi di UNESCO pada akhir tahun, biasanya bulan November, bulan Desember," kata Fadli saat ditemui, Selasa.
Baca juga: Tempe Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda Dunia ke UNESCO
Budaya tempe sebelumnya telah mulai diajukan ke UNESCO oleh Kementerian Kebudayaan sejak 2025.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menilai pengakuan internasional terhadap tempe akan berdampak besar terhadap pengembangan pelaku UMKM di Indonesia.
“Saya ingin mengatakan kalau ini sudah jadi warisan budaya tak benda dan ini dampaknya, dampak ekonominya kepada UMKM-UMKM pasti akan luar biasa," kata Giring dalam Seminar Budaya Tempe 2025 di Jakarta, dilansir dari laman ANTARA, 20 Desember 2025.
Baca juga: Anggota DPR: Perajin Tahu dan Tempe Mulai Kelabakan Seiring Dinamika Rupiah
Menurut Giring, tempe dinilai telah memenuhi berbagai elemen yang dibutuhkan untuk diajukan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO.
Sementara itu, Mak Yong merupakan seni pertunjukan Melayu yang memadukan unsur teater, musik, tari, dan ritual budaya.
Kesenian ini berkembang di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Pattani di Thailand Selatan, Kelantan di Malaysia, hingga wilayah Kepulauan Riau di Indonesia.
Keduanya sudah diajukan oleh Kementerian Kebudayaan sejak 2025.
Baca juga: Indonesia Ajukan Teater Mak Yong Ekstensi Malaysia ke UNESCO, Apa Maksudnya?
Menurut Menteri Kebudayaan, tempe lebih dari sekadar makanan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Sebab, kata "tempe" disebut pernah ditemukan dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa abad ke-19 yang menceritakan kehidupan masyarakat Jawa abad ke-16.
Sementara itu, teater mak yong merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Melayu yang memadukan seni peran, musik, vokal, dan gerak tubuh.
Teater ini juga tumbuh di Kepulauan Riau dan Sumatera.
Pengajuan teater mak yong kali ini merupakan ekstensi Teater Mak Yong Malaysia.
Sebab, Mak Yong dari Malaysia sudah masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO tahun 2008 lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




