Iran mempertanyakan alasan keberadaan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk, khususnya di Laut Oman dan Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mayjen Mohsen Rezaei, menilai Washington sudah tidak lagi memiliki dasar yang kuat untuk mempertahankan armada militernya di kawasan tersebut.
Baca Juga: Trump Menyerang Dua Media Besar karena Sebut Militer Iran Tangguh
“Amerika datang ke sini dan membawa kapal perangnya. Siapa musuhnya? Dulu, mereka mengatakan datang untuk menghadapi Uni Soviet. Uni Soviet sudah tidak ada lagi,” kata Rezaei, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (17/5/2026).
Pernyataan itu muncul setelah AS memperketat blokade angkatan laut terhadap Iran sejak 13 April 2026.
Menurut Iran, langkah tersebut bukan sekadar operasi keamanan maritim, melainkan bentuk tekanan militer yang mengancam stabilitas kawasan.
Rezaei menegaskan Iran tidak menolak aktivitas perdagangan internasional di Selat Hormuz. Namun, Teheran menolak kehadiran militer asing yang dinilai dapat mengganggu keamanan regional.
“Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup untuk penumpukan militer dan upaya apa pun untuk menggoyahkan keamanan,” ujarnya.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi rute utama distribusi minyak global. Kawasan tersebut selama ini menjadi titik panas dalam rivalitas Iran dan AS.
Ketegangan terbaru dipicu setelah konflik Iran dengan AS dan Israel pecah sejak akhir Februari 2026. Meski sempat terjadi gencatan senjata pada April lalu, negosiasi damai hingga kini belum menghasilkan solusi permanen.
Iran juga memandang blokade maritim AS sebagai tindakan agresif yang dapat memicu eskalasi lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump memperingatkan Iran agar segera menyetujui kesepakatan damai.
Baca Juga: Ini Sejumlah Penyebab Kebuntuan Negosiasi Damai Perang Iran-AS
“Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulis Trump.





