BEKASI, KOMPAS.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengungkap dugaan penyebab aliran Kali Rawalumbu di Jalan Dasa Darma RT 06/RW 02, Jembatan 9, Kelurahan Bojong Rawalumbu, berubah warna menjadi biru pekat.
Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan, perubahan warna air tersebut diduga berasal dari aktivitas gudang sekaligus toko cat yang berada di sekitar lokasi.
“Ada kecelakaan kerja berupa tumpahan cat berukuran 20 liter saat proses pemindahan barang di area gudang. Tumpahan tersebut akhirnya mengalir ke saluran domestik warga hingga masuk ke drainase yang terhubung dengan Kali Rawalumbu,” ujar Kiswatiningsih dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Kali Rawalumbu Bekasi Berwarna Biru, Diduga Tercemar Limbah Industri
Dalam menangani peristiwa tersebut, Kiswatiningsih mengatakan DLH Kota Bekasi telah menurunkan tim pengawas lingkungan hidup dan laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lapangan, pengamatan visual, serta pengambilan sampel air guna analisis lebih lanjut.
Hasil pengamatan sementara menunjukkan kondisi air tampak keruh dan menimbulkan bau tertentu.
Namun, petugas tidak menemukan endapan pada permukaan maupun dasar aliran air.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, tingkat keasaman (pH) air tercatat sebesar 7,54 atau berada dalam kondisi netral.
Suhu air berada di angka 30 derajat celsius dengan kadar oksigen terlarut (DO) sebesar 4,5 mg/L.
Selain itu, nilai daya hantar listrik (DHL) tercatat sebesar 644,35 µS yang menunjukkan adanya kandungan zat terlarut dalam air.
Baca juga: Perang Global dan Cuaca Ekstrem Hambat Pembangunan Wisata Air Kalimalang Bekasi
Sementara kadar klorin bebas ditemukan sebesar 0,08 mg/L.
“Hasil tersebut masih memerlukan analisis laboratorium lanjutan,” kata Kiswatiningsih.
Ia menjelaskan, pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan karakteristik pencemar serta tingkat dampaknya terhadap kualitas lingkungan di sekitar aliran kali.
Kiswatiningsih juga memastikan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan langkah penanganan dan pencegahan pencemaran dapat dilakukan secara optimal.
Selain itu, pihaknya mengimbau seluruh pelaku usaha agar lebih memperhatikan pengelolaan bahan dan limbah kegiatan usaha untuk mencegah pencemaran lingkungan.
“Kami harap masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi pencemaran di wilayah masing-masing,” ujar Kiswatiningsih.
Baca juga: Ibu di Bekasi Mengaku Diperas Rp 22 Juta agar Anaknya Bebas dari Kasus Narkoba, Ini Kata Polisi
Sebelumnya diberitakan, video yang memperlihatkan aliran kali di kawasan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, berubah menjadi warna biru pekat viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @bekasiterkini.
Warga sekitar bernama Ari (55) menduga perubahan warna air tersebut berasal dari limbah tinta atau cat sablon dari industri rumahan di sekitar lokasi.
Ari mengaku khawatir limbah tersebut dapat mencemari lingkungan hingga meresap ke sumur warga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




