EtIndonesia. Mantan peneliti pemerintah yang pernah didanai Central Intelligence Agency mengungkapkan bahwa Amerika Serikat diduga telah berhasil menemukan sedikitnya empat jenis makhluk luar angkasa dari puing-puing UFO yang jatuh.
Menurut laporan New York Post, fisikawan kuantum Amerika berusia 89 tahun, Hal Puthoff, baru-baru ini menyampaikan informasi mengejutkan tersebut dalam sebuah program podcast. Ia pernah menjadi ilmuwan dalam proyek penelitian yang didanai CIA dan juga pernah menjabat sebagai penasihat program “Advanced Aerospace Weapon System Applications Program (AAWSAP)”.
Puthoff mengatakan bahwa ia pernah berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam operasi pemulihan UFO. Dari mereka, ia mendapat informasi bahwa Amerika Serikat setidaknya telah menemukan empat jenis kehidupan luar angkasa yang berbeda.
Meskipun Puthoff tidak menjelaskan secara rinci ciri-ciri makhluk tersebut dalam program itu, rekan peneliti lamanya sekaligus mantan anggota AAWSAP, Eric Davis, pernah mengungkapkan karakteristik empat jenis makhluk itu dalam sebuah pertemuan intelijen rahasia tahun lalu berdasarkan laporan internal.
Disebutkan bahwa keempat spesies tersebut memiliki bentuk menyerupai manusia dengan “dua tangan dan dua kaki”, dan dikenal dengan nama:
- “Grey”
- “Nordic”
- “Insectoid”
- “Reptilian”
Grey (Alien Abu-Abu)
Berukuran kecil, tidak memiliki rambut, dan memiliki mata hitam besar.
Nordic (Alien Nordik)
Merupakan ras yang sangat menyerupai manusia. Meski dikatakan berasal dari galaksi yang sangat jauh, penampilan mereka sangat mirip dengan orang Eropa Utara di bumi.
Reptilian (Manusia Reptil/Kadal)
Memiliki kulit bersisik, ciri biologis seperti kadal, dan ekor panjang. Mereka mempunyai anggota tubuh mirip manusia dan dapat berjalan tegak.
Insectoid (Alien Serangga)
Makhluk humanoid yang tampak seperti serangga raksasa. Karena bentuk kepala dan tubuhnya sangat mirip belalang sembah yang berdiri tegak, para peneliti UFO juga sering menyebut mereka sebagai “Mantids” atau “manusia belalang sembah”.
Laporan New York Post menyebut bahwa semua klaim tersebut berasal dari kesaksian anggota program pemulihan UFO jatuh, yang juga dijelaskan dalam film dokumenter Age of Disclosure.
Sutradara dokumenter tersebut, Dan Farah, dalam podcast yang sama mengungkapkan bahwa ia pernah secara pribadi menghubungi beberapa orang yang terlibat dalam operasi pemulihan UFO, tetapi “mereka semua tidak bersedia diwawancarai di depan kamera”.
Salah satu narasumber bahkan mengirim pesan beberapa hari sebelum wawancara dan mengatakan:
“Setelah berpikir panjang dan berdiskusi dengan istri saya, saya merasa ikut wawancara ini sama saja dengan mempertaruhkan nyawa saya.”
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya muncul klaim bahwa militer Amerika memiliki jasad makhluk luar angkasa. Pada tahun 2023, mantan pejabat intelijen Angkatan Udara AS, David Grusch, pernah bersaksi di bawah sumpah dalam sidang Kongres bahwa pemerintah Amerika menyimpan “jasad makhluk non-manusia” yang ditemukan dari UFO yang jatuh.
Sumber : NTDTV.com





