AWG kecam penangkapan aktivis dan jurnalis di Global Sumud Flotilla

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Aqsa Working Group (AWG) mengecam keras penangkapan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla, termasuk jurnalis Indonesia, oleh Israel dengan mengatakan tindakan brutal tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, kebebasan pers, dan prinsip-prinsip kemanusiaan universal.

"AWG mengecam sekeras-kerasnya penangkapan dan intimidasi terhadap aktivis kemanusiaan serta jurnalis Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla," kata Ketua Presidium AWG, M. Anshorullah, dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Anshorullah menekankan penangkapan tersebut dilakukan di perairan internasional, yang berada di luar yurisdiksi sah Israel.

Oleh karena itu, pencegatan dan penahanan terhadap kapal sipil merupakan tindakan ilegal, bentuk pembajakan terhadap misi kemanusiaan, serta pelanggaran serius terhadap hukum laut internasional.

Baca juga: Pemerintah upayakan pembebasan jurnalis Indonesia ditahan di Israel

Dia mengatakan jurnalis yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut adalah warga sipil yang harus dilindungi hukum humaniter internasional dan berbagai konvensi internasional mengenai tugas jurnalis.

Sehingga, lanjut Anshorullah, penangkapan terhadap jurnalis Indonesia itu merupakan bentuk ancaman serius terhadap kemerdekaan pers dan hak masyarakat dunia untuk memperoleh informasi atas tragedi kemanusiaan di Gaza.

"Dalam situasi konflik bersenjata sekalipun, jurnalis memiliki hak perlindungan dan tidak boleh dijadikan target intimidasi, penangkapan, atau kekerasan selama menjalankan tugas jurnalistiknya," ucapnya.

Anshorullah kembali menegaskan bahwa aksi Global Sumud Flotilla adalah misi damai dan kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan serta menunjukkan solidaritas dunia kepada rakyat Palestina yang terus menjadi korban blokade, genosida, dan penjajahan zionis Israel.

Baca juga: Pemerintah pantau serius keselamatan WNI yang jalankan misi kemanusiaan Gaza

"Para aktivis dan jurnalis datang bukan membawa ancaman, melainkan membawa bantuan kemanusiaan, solidaritas, dan suara nurani dunia. Penangkapan terhadap mereka menunjukkan ketakutan zionis Israel terhadap semakin besarnya dukungan internasional bagi perjuangan rakyat Palestina," ujarnya.

AWG menilai tindakan tersebut kembali memperlihatkan watak zionis Israel sebagai rezim kolonial dan apartheid yang terus mengabaikan hukum internasional, meneror warga sipil, dan membungkam suara-suara kemanusiaan dunia.

AWG juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik dengan tegas dan nyata guna melindungi warga negara Indonesia serta membawa kasus tersebut ke forum internasional.

Kelompok itu juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan seluruh lembaga HAM internasional untuk mengadili Israel atas pelanggaran hukum internasional dan kejahatan kemanusiaan yang terus dilakukan terhadap rakyat Palestina dan para aktivis solidaritas internasional.

Baca juga: Kemlu pastikan lima WNI diculik saat Israel cegat konvoi flotilla Gaza


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TRENDING: Kabar Bahagia Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi, hingga Dedi Mulyadi Minta Situs Sejarah Tak Dikaitkan Klenik
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Sedia Payung Sebelum Hujan
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
2 Rumah di Jaktim Terbakar
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cak Imin soal Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati: Itu Bukan Kiai, Tapi Dukun Berkedok Kiai!
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Sikap Berani Sherly Tjoanda Dipuji saat Hadapi Keluhan Nelayan di Maluku, Gubernur Malut dan Warganya Dinilai Cerdas sama Warganet
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.