Harga Gabah Terus Naik dan Tembus Rp7.300, Bulog Tetap Beli di HPP

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Mulai berakhirnya musim panen di berbagai sentra produksi yang memicu berkurangnya pasokan di pasar telah mengerek naik harga gabah hingga menembus Rp7.300 per kilogram (kg).

Hal ini dikemukakan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa (19/5/2026). Dia menyebutkan harga rata-rata gabah di sejumlah daerah saat ini telah mencapai Rp7.200 hingga Rp7.300 per kg.

“Kondisi ini karena masa panen sudah berlalu sehingga sudah mulai sedikit yang dipanen dan harganya melambung tinggi,” kata Rizal.

Menurutnya, tren kenaikan harga gabah mulai terlihat seiring dengan berakhirnya musim panen awal tahun pada Mei hingga Juni 2026. Di sejumlah daerah, petani bahkan mulai memasuki musim tanam baru sehingga volume gabah di pasar makin terbatas.

“Dilaporkan Mei dan Juni ini memang akhir-akhir masa panen. Di beberapa daerah sudah mulai musim tanam makanya di pasaran harganya agak tinggi,” ujarnya.

Meski harga pasar sudah melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog mengatakan akan tetap melakukan penyerapan gabah petani sesuai ketetapan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Baca Juga

  • Tren Surplus Produksi, Bulog Malang Serap 70.000 ton Beras Petani per Mei 2026
  • Amran Pamer Data Produksi Beras RI, Klaim Diakui FAO hingga AS
  • Prabowo Sebut Banyak Negara Antre Beli Beras RI di Tengah Krisis Pangan Global

Rizal mengatakan Bulog akan fokus menyerap gabah yang tidak terserap pedagang maupun pelaku usaha lainnya di lapangan.

“Namun kami tetap membeli sesuai harga HPP Rp6.500. Yang tidak dibeli oleh pihak pedagang manapun, itu kami yang akan beli,” katanya.

Bulog juga mencatat tren serapan gabah petani meningkat signifikan sepanjang tahun ini. Pada Januari 2026, rata-rata serapan gabah kering panen (GKP) masih berada di level 6.067 ton. Angka tersebut meningkat menjadi 37.364 ton pada Mei 2026.

Adapun puncak serapan terjadi pada April 2026 dengan volume mencapai 66.649 ton GKP. Sementara itu, target serapan gabah Bulog sepanjang Mei 2026 dipatok sebesar 8.000 ton GKP.

Kenaikan harga gabah sebelumnya menjadi sorotan Komisi IV DPR RI setelah harga di sejumlah sentra produksi dilaporkan sudah menembus Rp7.500 hingga Rp8.000 per kg.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah hingga penegakan hukum untuk mengatasi kenaikan harga beras yang tidak wajar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unhas Perkuat Zona Integritas dan Budaya Antigratifikasi di Lingkungan Kampus
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Eks Pimpinan KPK: Siapa Pun Bisa Hitung Kerugian Negara asal Kompeten
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Peternakan di Kabupaten Bogor Terbakar: 1 Orang Luka Bakar dan 60 Ribu Ayam Mati
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mensos Gus Ipul Ajak DEMA PTKIN Se-Indonesia Sukseskan Sekolah Rakyat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Air Kali Rawalumbu Bekasi Tiba-tiba Jadi Biru, Ini Dugaan Penyebabnya
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.