HARIAN FAJAR, BANDUNG – Persib Bandung harus menerima pukulan besar jelang laga terakhir Super League 2025/2026. Hal ini akibat sanksi dan denda yang mencapai Rp3,955 miliar. Persib tekor gara-gara ulah oknum suporter dalam sejumlah pertandingan musim ini.
Jumlah fantastis itu berasal dari dua kompetisi berbeda, yakni Super League dan AFC Champions League Two. Situasi tersebut membuat Maung Bandung harus mengeluarkan dana nyaris Rp4 miliar di tengah perjuangan tim menutup musim dengan hasil terbaik.
Komite Disiplin PSSI merilis hasil sidang yang digelar pada 4, 5, dan 7 Mei 2026. Dalam keputusan tersebut, Persib menjadi salah satu klub dengan hukuman cukup berat.
Denda dijatuhkan atas insiden yang terjadi saat laga melawan PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC. Dari seluruh pelanggaran di kompetisi domestik, Persib total harus membayar denda sebesar Rp455 juta. Pelanggaran terberat terjadi ketika menjamu PSIM Yogyakarta.
Dalam rilis resmi Komdis PSSI disebutkan:
“Pada menit ke-54 terjadi pelemparan petasan sebanyak lebih dari 10 kali ke dalam area lapangan pertandingan sehingga pertandingan terhenti selama 4 menit, setelah pertandingan berakhir terjadi penyalaan flare di Tribun Timur, dan terjadi suara ledakan petasan sebanyak 3 kali yang semuanya dilakukan oleh suporter Persib Bandung. Keputusan: denda Rp250.000.000.”
Insiden tersebut membuat pertandingan sempat terhenti dan kembali menambah daftar panjang pelanggaran suporter di kompetisi musim ini.
AFC Jatuhkan Hukuman Lebih BeratSanksi terbesar justru datang dari ajang AFC Champions League Two. Persib Bandung dijatuhi hukuman setelah pertandingan melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari 2026.
Berdasarkan keputusan Komisi Disiplin dan Etika AFC tertanggal 13 Mei 2026, Persib dikenai denda sebesar 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar. Selain itu, Maung Bandung juga mendapat hukuman dua laga kandang tanpa penonton di kompetisi AFC.
“PT PERSIB Bandung Bermartabat menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh AFC,” bunyi pernyataan resmi Persib yang diunggah di laman klub, Jumat (15/5/2026).
Manajemen Persib juga menyayangkan tindakan segelintir oknum suporter yang menyebabkan klub menerima hukuman berat.
“Persib tidak ingin kerja keras, pengorbanan, dan mimpi besar yang sedang dibangun bersama kembali terganggu akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tulis pernyataan tersebut.
Denda Terbesar Klub IndonesiaJika digabungkan, total sanksi yang harus dibayar Persib mencapai Rp3,955 miliar. Nominal itu menjadi salah satu denda terbesar yang diterima klub Indonesia dalam satu musim kompetisi.
Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan fasilitas tim, operasional klub, hingga kebutuhan pemain kini harus dialihkan untuk membayar sanksi.
Situasi ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh suporter agar menjaga atmosfer pertandingan tetap kondusif. Sebab, tindakan segelintir oknum ternyata bisa berdampak besar terhadap kondisi finansial dan perjuangan klub di level domestik maupun Asia.





