Jakarta (ANTARA) - Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan RI, R. Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa Pantai Timur Sumatera menjadi jalur utama masuk narkoba dari luar negeri ke Indonesia.
“Utamanya adalah meth (sabu), itu masuk rata-rata masih melalui Pantai Timur Sumatera,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Jakarta, Selasa.
Selain Pantai Timur Sumatera, ia mengungkapkan bahwa narkoba juga banyak masuk dari wilayah perbatasan Indonesia dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.
Baca juga: Polri ungkap sindikat narkoba Gang Langgar pakai peran "sniper"
Ia mengakui bahwa penanganan peredaran narkoba pada wilayah perbatasan tidaklah mudah lantaran kondisi di lapangan yang hanya menggunakan patokan untuk menandai kedua negara.
Untuk mengawasi kasus narkoba di perbatasan, ia mengatakan bahwa DJBC bekerja sama dengan BNN Provinsi dan aparat penegak hukum setempat.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan setiap Polres yang ada di perbatasan tersebut dan juga satuan-satuan Pamtas yang sangat membantu karena mereka mempunyai pasukan yang bisa menjaga di perbatasan dan setiap saat mereka melakukan pengecekan terhadap patok yang ada,” katanya.
Tidak hanya lewat laut dan darat, ia mengungkapkan bahwa narkoba masuk ke Indonesia melalui jalur udara.
Baca juga: Satgas pamtas gagalkan penyelundupan 1.664 ekstasi di perbatasan
Berdasarkan data yang dimiliki DJBC, sampai dengan bulan ini, terdapat 341 kasus peredaran narkoba melalui jalur udara. Selain itu, sebanyak 159 kasus melalui ekspedisi atau kiriman barang, melalui jalur darat sekitar 79 kasus, serta melalui jalur laut ada sekitar 36 kasus.
Terkait sumber narkoba, ia mengatakan bahwa narkotika di luar ganja berasal dari luar negeri, sementara untuk ganja kebanyakan berasal dari Aceh.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DJBC berkomitmen melaksanakan penegakan hukum di bidang narkotika.
“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tetap komitmen meskipun dengan keterbatasan anggaran untuk tetap melaksanakan penegakan hukum di bidang narkotika ini dengan sekuat mungkin,” ucapnya.
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Malaysia gagalkan penyelundupan 63 kg sabu di Kalbar
“Utamanya adalah meth (sabu), itu masuk rata-rata masih melalui Pantai Timur Sumatera,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Jakarta, Selasa.
Selain Pantai Timur Sumatera, ia mengungkapkan bahwa narkoba juga banyak masuk dari wilayah perbatasan Indonesia dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.
Baca juga: Polri ungkap sindikat narkoba Gang Langgar pakai peran "sniper"
Ia mengakui bahwa penanganan peredaran narkoba pada wilayah perbatasan tidaklah mudah lantaran kondisi di lapangan yang hanya menggunakan patokan untuk menandai kedua negara.
Untuk mengawasi kasus narkoba di perbatasan, ia mengatakan bahwa DJBC bekerja sama dengan BNN Provinsi dan aparat penegak hukum setempat.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan setiap Polres yang ada di perbatasan tersebut dan juga satuan-satuan Pamtas yang sangat membantu karena mereka mempunyai pasukan yang bisa menjaga di perbatasan dan setiap saat mereka melakukan pengecekan terhadap patok yang ada,” katanya.
Tidak hanya lewat laut dan darat, ia mengungkapkan bahwa narkoba masuk ke Indonesia melalui jalur udara.
Baca juga: Satgas pamtas gagalkan penyelundupan 1.664 ekstasi di perbatasan
Berdasarkan data yang dimiliki DJBC, sampai dengan bulan ini, terdapat 341 kasus peredaran narkoba melalui jalur udara. Selain itu, sebanyak 159 kasus melalui ekspedisi atau kiriman barang, melalui jalur darat sekitar 79 kasus, serta melalui jalur laut ada sekitar 36 kasus.
Terkait sumber narkoba, ia mengatakan bahwa narkotika di luar ganja berasal dari luar negeri, sementara untuk ganja kebanyakan berasal dari Aceh.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DJBC berkomitmen melaksanakan penegakan hukum di bidang narkotika.
“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tetap komitmen meskipun dengan keterbatasan anggaran untuk tetap melaksanakan penegakan hukum di bidang narkotika ini dengan sekuat mungkin,” ucapnya.
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Malaysia gagalkan penyelundupan 63 kg sabu di Kalbar





