Grid.ID - Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Universitas Airlangga, Ashanty mulai memikirkan rencana barunya di dunia pendidikan. Istri Anang Hermansyah itu mengaku berencana menjadi tenaga pengajar atau dosen.
Namun, Ashanty mengatakan saat ini dirinya masih menyusun jadwal sebelum mulai mengajar. Pasalnya, ia masih memiliki beberapa kegiatan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.
“Aku insya Allah habis nyelesain dulu Haji Juni, terus aku nyelesaiin X The League di Korea terakhir Juli, terus aku (ngajar) udah di Solo dan Jakarta. Tapi aku bilang ngajarnya anak semester 1 dulu ya, soalnya aku belum pede nih ya kan," ujarnya dikutip dari Youtube @STARPROIndonesia pada Selasa (19/5/2026).
Wanita berusia 42 tahun itu mengatakan dirinya mendapat tawaran mengajar dari beberapa pihak. Tawaran tersebut datang dari bidang yang memang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
“Kemarin dari dosen psikologi yang minta, terus yang di Solo juga diminta, yang di Jakarta juga PSDM gitu yang memang aku paham lah," katanya.
Ia pun menegaskan tidak ingin mengambil bidang yang berada di luar kemampuannya. Menurut Ashanty, seorang pengajar harus memahami materi agar bisa memberikan ilmu dengan baik kepada mahasiswa.
“Enggak mungkin aku dikasih jurusan tiba-tiba yang disuruh ngajar di tempat yang aku enggak paham kan malu-maluin," ucapnya. Karena itu, Ashanty memilih fokus pada bidang PSDM yang memang menjadi konsentrasinya selama menempuh pendidikan doktor.
Tak hanya membahas rencana mengajar, Ibu empat anak ini juga menceritakan dukungan besar yang diterimanya dari keluarga selama menjalani pendidikan S3. Ia merasa cinta dan perhatian dari orang-orang terdekat menjadi kekuatan terbesar untuk menyelesaikan kuliah.
“Dapat hadiah, cinta, kasih sayang, support, itu paling penting. Hadiah-hadiah lain enggak penting,” tuturnya. Ashanty mengaku dukungan emosional jauh lebih berarti dibanding hadiah dalam bentuk apa pun.
Menurut Ashanty, menjalani peran sebagai ibu, istri, sekaligus mahasiswa bukan hal yang mudah. Karena itu, ia merasa keberadaan support system keluarga sangat penting selama proses pendidikan berlangsung.
“Karena jujur kalau kita seorang ibu sekaligus istri ngambil kuliah, kalau tidak ada support system yang benar, enggak bakalan selesai,” tutupnya. Ashanty pun bersyukur bisa melewati seluruh proses pendidikan hingga akhirnya berhasil meraih gelar doktor. (*)
Artikel Asli




