Veda Ega Pratama Penyelamat Harga Diri Asia! Tembus 5 Besar, Hakim Danish Belum Jadi Ancaman

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Veda Ega Pratama menunjukkan bahwa dia layak diperhitungkan di Moto3 2026. Di tengah dominasi pembalap Eropa, rider muda asal Gunungkidul itu justru tampil sebagai penyelamat harga diri Asia. Saat ini Veda sudah menembus 5 besar klasemen sementara. Sedangkan pembalap Asia lainnya, Hakim Danish, masih belum jadi ancaman baginya.

Balapan terakhir Veda kembali mencatat performa impresif pada seri Catalunya, Minggu (17/5/2026). Memulai balapan dari posisi ke-20, Veda menyalip banyak pembalap hingga finis di posisi kedelapan. Tambahan delapan poin, pembalap 17 tahun tersebut kini mengoleksi 58 poin.

Di saat pembalap Asia lain masih kesulitan bersaing secara konsisten, Veda justru menjadi satu-satunya rider Asia yang mampu bertahan di 10 besar klasemen dunia. Performa itu membuat namanya mulai mendapat perhatian serius dari para pembalap Eropa.

Balapan di Catalunya menjadi salah satu bukti kualitas besar yang dimiliki Veda musim ini. Start dari posisi ke-20 bukan situasi mudah bagi seorang rookie, apalagi di Moto3 yang dikenal sangat ketat dalam setiap lap.

Namun Veda mampu menjawab tantangan tersebut dengan performa luar biasa. Ia perlahan menembus rombongan depan sambil menjaga kondisi ban agar tetap kompetitif hingga akhir balapan.

Finis di posisi kedelapan mungkin belum menghadirkan podium, tetapi hasil tersebut menunjukkan kematangan balap yang semakin berkembang. Veda tampil tenang, agresif saat diperlukan, dan minim melakukan kesalahan.

Jadi Pembalap Asia Terbaik di Moto3 2026

Pencapaian Veda semakin spesial karena dirinya kini menjadi pembalap Asia terbaik di Moto3 musim ini.

Pembalap Indonesia itu unggul cukup jauh dari rival terdekat asal Asia, Hakim Danish, yang baru mengumpulkan 27 poin dan masih tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara.

Sementara itu, pembalap Jepang Ryusei Yamanaka baru mengoleksi tujuh poin, sedangkan rekan setim Veda, Zen Mitani, belum meraih poin sama sekali.

Peringkat Pembalap Asia Moto3 2026:

Dominasi tersebut membuat Veda kini menjadi harapan terbesar Asia di Moto3 2026.

Konsistensi Jadi Modal Besar Veda

Perjalanan Veda musim ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ia membuka musim dengan finis kelima di Thailand sebelum meraih podium ketiga di Brasil.

Meski sempat gagal finis di Amerika Serikat akibat terjatuh pada lap kelima, Veda mampu bangkit dengan cepat dan kembali tampil kompetitif di seri berikutnya.

Di Sirkuit Jerez, Veda juga menunjukkan mental luar biasa. Start dari posisi ke-17 akibat hasil kualifikasi yang kurang maksimal tidak membuatnya menyerah. Ia berhasil menyalip banyak pembalap dan finis tepat di belakang Alvaro Carpe.

Kini, Veda hanya terpaut 15 poin dari posisi tiga besar klasemen sementara. Peluang untuk menembus papan elite Moto3 masih sangat terbuka.

Pembalap Eropa Mulai Menaruh Waspada

Meski klasemen masih dipimpin Maximo Quiles dari tim CFMoto Aspar dengan 140 poin, performa Veda mulai menjadi perhatian tersendiri di paddock Moto3.

Kemampuan Veda melakukan recovery race, menjaga ritme balap, hingga tampil agresif dalam duel wheel-to-wheel membuatnya dianggap sebagai salah satu rookie paling berbahaya musim ini.

Tidak berlebihan jika pembalap-pembalap Eropa kini mulai melihat Indonesia sebagai ancaman baru di Moto3 lewat kemunculan Veda Ega Pratama.

Analisis: Veda Punya Potensi Jadi Penantang Gelar

Jika melihat performa sepanjang musim, Veda memiliki modal kuat untuk menjadi penantang serius di Moto3 dalam beberapa seri mendatang.

Kelebihan terbesar Veda terletak pada mental bertanding dan kemampuannya beradaptasi di berbagai karakter sirkuit. Meski masih sangat muda, ia mampu tampil tenang menghadapi tekanan dari pembalap yang lebih berpengalaman.

Namun, Veda masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam sesi kualifikasi. Start dari posisi belakang membuatnya harus bekerja ekstra keras saat balapan dan menguras kondisi ban lebih cepat.

Jika mampu memperbaiki performa satu lap saat kualifikasi, peluang podium bahkan kemenangan akan semakin terbuka lebar.

Di sisi lain, jarak poin dengan Hakim Danish juga menunjukkan bahwa Veda saat ini belum memiliki rival serius dari Asia. Persaingan utamanya justru datang dari pembalap-pembalap Eropa seperti Maximo Quiles, Adrian Fernandez, hingga Alvaro Carpe.

Dengan usia yang masih 17 tahun, Veda kini bukan hanya aset besar Indonesia, tetapi juga calon ancaman nyata bagi dominasi Eropa di Moto3 dalam beberapa tahun ke depan.

Klasemen Moto3 2026

1. Maximo Quiles – 140
2. Adrian Fernandez – 76
3. Alvaro Carpe – 73
4. Marco Morelli – 58
5. Veda Ega Pratama – 58
6. Valentin Perrone – 56
7. David Alamansa – 52
8. Guido Pini – 46
9. Brian Uriarte – 42
10. David Munoz – 30
11. Hakim Danish – 27
12. Adrian Cruces – 26
13. Matteo Bertelle – 25
14. Joel Esteban – 24
15. Casey O’Gorman – 24
16. Rico Salmela – 21
17. Eddie O’Shea – 19
18. Scott Ogden – 10
19. Jesus Rios – 8
20. Joel Kelso – 8
21. Ryusei Yamanaka – 7
22. Leo Rammerstorfer – 2
23. Marcos Uriarte – 2


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Mata Uang Rupiah?
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Viral Pesan SOS Jurnalis Indonesia Sebelum Ditangkap Tentara Israel
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BPH Migas Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Pertalite Masih 1,37 Juta Kiloliter
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Bakal Borong SBN di Pasar Rp2 Triliun Setiap Hari
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa Perluas Manfaat hingga Pelosok Indonesia
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.