JAKARTA, DISWAY.ID-- Hari ini Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) tampak datangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (PMJ).
Perwakilan tim investigasi TAUD, Ravio Patra mengatakan pihaknya datang ke PMJ menyerahkan hasil investigasi terkait dugaan operasi teror dan percobaan pembunuhan berencana terhadap Andrie Yunus.
BACA JUGA:Rupiah Menurun Tajam ke Angka Rp 17.700 Lebih, Ekonom Soroti Peran Kerentanan Fiskal
Diungkapkannya, pihaknya membawa temuan rekaman CCTV yang diduga menunjukkan keterlibatan 16 orang dalam rangkaian penyerangan terhadap Andrie Yunus beberapa waktu silam.
"Dari data temuan tim investigasi TAUD jelas dapat terlihat secara kasat mata berdasarkan CCTV, hanya butuh dicari dan ditelusuri bahwa ada setidaknya 16 orang pelaku di lapangan yang bekerja sama dan berkomplot untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap kawan kami Andrie Yunus," katanya kepada awak media, Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya, pihaknya telah menyusun kronologi berdasarkan rekaman CCTV.
BACA JUGA:KPK Klaim Tuntutan Noel 5 Tahun dalam Kasus Sertifikasi K3 Kemnaker Sudah Sesuai Pedoman
Dimulai saat Andrie Yunus pada sore hari sebelum kejadian hingga momen penyiraman air keras.
Dijelaskannya, pihaknya telah menuturkan peran para terduga pelaku.
Dimana, terduga pelaku awalnya memantau lokasi, kemudian eksekutor lapangan hingga pihak yang diduga memberikan dukungan operasional.
"Kami juga membagi peran-peran mereka menjadi beberapa orang sebagai pemantau di lokasi, beberapa orang sebagai eksekutor, beberapa orang sebagai kami duga pemberi dukungan operasional," jelasnya.
Disebutkannya, hasil verifikasi sementara pihaknya menemukan sedikitnya tiga orang yang diduga berasal dari unsur militer
BACA JUGA:Tanggal 29 Mei 2026 Apakah Cuti Bersama Idul Adha? Cek SKB 3 Menteri Resmi
Namun, menurutnya masih terbuka kemungkinan dugaan keterlibatan pihak sipil karena identitas seluruh pelaku belum terungkap sepenuhnya.
"Patut diduga bahwa ada keterlibatan sipil, tidak bisa langsung diexclud bahwa tidak ada sipil terlibat selama setidaknya 16 orang ini belum ditelusuri sampai sedetail-detailnya," ujarnya.
- 1
- 2
- »





