Sering Ngos-Ngosan Saat Lari? Ini Tips dari Coach Biar Tubuh Lebih Nyaman

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Lari kini menjadi salah satu olahraga yang banyak digemari, terutama oleh kalangan anak muda. Selain praktis dilakukan, olahraga kardio ini juga punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Sayangnya, nggak sedikit pelari pemula yang sering mengalami napas terengah-engah alias ngos-ngosan di tengah lari. Kondisi ini tentu bikin sesi latihan terasa kurang nyaman, hingga nggak mood untuk melanjutkan lari.

Menurut laman Runner's World, napas yang cepat habis saat lari bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari pace terlalu cepat hingga postur tubuh yang tegang saat berlari. Posisi bahu yang terlalu naik atau tubuh yang membungkuk juga dapat membuat pernapasan terasa lebih pendek dan nggak maksimal.

Nah, kalau kamu sering mengalami masalah serupa, yuk simak tips dari sejumlah coach berpengalaman berikut ini!

Tips Mengatasi Napas Nggak Stabil Saat Lari

Ketika napas nggak stabil saat lari, ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya. Menurut coach Syahrul (30), kondisi ini bisa dipengaruhi oleh intensitas lari yang sudah terlalu tinggi, sehingga heart rate (HR) masuk ke zona anaerobik.

Saat masuk ke zona anaerobik, napas biasanya mulai terasa berat karena tubuh bekerja lebih keras. Itulah sebabnya banyak pelari jadi lebih cepat ngos-ngosan ketika pace larinya terlalu dipaksakan sejak awal.

Coach Syahrul sendiri sudah cukup lama berkecimpung di dunia lari dan olahraga. Ia juga telah mendapatkan Certified Coach Level 1 by World Athletics, induk organisasi atletik tertinggi di dunia.

Nggak cuma itu, Coach Syahrul juga memiliki sertifikasi Certified Trail Run Coach by KONI DKI Jakarta. Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami berbagai kondisi yang sering dialami pelari, termasuk soal napas yang sulit terkontrol saat berlari.

Menurutnya, ketika napas saat lari mulai terasa nggak terkontrol, ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membantu tubuh kembali stabil, seperti:

Nah, tips berikutnya datang dari personal trainer freelance, Bams (41). Sebagai trainer yang aktif mendampingi klien mencapai goal fitness mereka, Bams juga sudah cukup akrab dengan berbagai kondisi yang sering terjadi saat olahraga, salah satunya masalah napas nggak stabil pas lari.

Menurut Bams, saat tubuh mulai ngos-ngosan, sebaiknya segera turunkan pace lari dan menggantinya dengan jalan santai sejenak. Setelah napas mulai terasa lebih teratur dan tubuh kembali nyaman, barulah kamu bisa mulai berlari lagi secara perlahan.

Untuk meminimalisir kondisi ngos-ngosan saat lari, Bams juga menyarankan agar latihan dilakukan secara rutin dan terstruktur. Kamu bisa mulai membiasakan diri dengan beberapa variasi latihan lari, seperti easy run, interval run, dan long run.

Berbagai jenis latihan tersebut bisa dilakukan secara bertahap untuk membantu meningkatkan kapasitas VO2 max (volume oksigen maksimal) tubuh.

Semakin tinggi nilai VO2 max seseorang, maka semakin baik juga kemampuan jantung, paru-paru, dan otot dalam memanfaatkan oksigen. Karena itu, latihan yang konsisten dan bertahap bisa membantu tubuh jadi lebih kuat, napas lebih stabil, dan performa lari pun meningkat seiring waktu.

Jangan ketinggalan info event Fun Run! Gabung komunitas teman kumparan Running Club sekarang http://kum.pr/running


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Sidoarjo Target Pembangunan Fly Over Gedangan Mulai 2027, Telan Anggaran Rp400 Miliar
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kerap Terjadi Crash, Para Pembalap MotoGP Ramai-ramai Usulkan Perubahan di Tikungan 1 Sirkuit Barcelona
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Bak Zaman Covid! Potret Kapal Hantavirus Bersandar-Kru Dikarantina
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Indonesia Ramaikan SITEV 2026 di Aljazair, Pamerkan Replika Rumah Gadang
• 15 jam laludetik.com
thumb
Eks Anggota Jaringan Judol Bongkar Pergeseran dari Kamboja ke Indonesia | DIPO INVESTIGASI
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.