Pemkab Sidoarjo Target Pembangunan Fly Over Gedangan Mulai 2027, Telan Anggaran Rp400 Miliar

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar sosialisasi pengadaan tanah untuk memulai pembangunan proyek Fly Over Gedangan.

Subandi Bupati Sidoarjo mengatakan, sosialisasi ini ditujukan kepada ratusan warga pemilik lahan yang terdampak proyek. Skema yang diterapkan adalah ganti untung dengan total 66 pemohon pemilik objek tanah.

“Masyarakat mendukung pembangunan Fly Over Gedangan, tidak ada pertanyaan yang sifatnya menyulitkan pembebasan,” ujar Subandi saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (19/5/2026).

“Semua akan diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa makelar. Pemkab juga tidak bisa memengaruhi, dan nilai tertinggi yang akan digunakan,” tambahnya.

Pemkab Sidoarjo menargetkan pembebasan lahan tuntas pada November 2026 dan memulai pembangunan fly over pada 2027.

Berdasarkan hasil kajian, Subandi menyebut pembangunan Fly Over Gedangan merupakan program prioritas untuk mengurai kepadatan di wilayah tersebut yang merupakan kawasan industri.

Program ini juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan mendapat dukungan dari menteri hingga presiden.

“karena di situ daerah industri, tentu yang dari timur maupun barat, karena kalau kita kasih setopan kadang kesadaran masyrakat belum ada. Crowded itu selama bertahun-tahun di sana, makanya kita carikan alternatif fly over,” jelasnya.

Desain konstruksi Fly Over Gedangan direncanakan memiliki panjang 700 meter dengan desain kurang lebih sama seperti Fly Over Waru. Subandi menyebut proyek ini membutuhkan total Rp400 miliar, nantinya sebagian anggaran bakal diajukan ke pemerintah pusat.

“Kalau melihat anggaran semua total Rp400 miliar, hari ini kita sudah siapkan Rp200 miliar, sisanya nanti diusulkan ke Kementerian. Persis seperti Fly Over Waru, kurang lebih panjangnya 700 meter,” ungkapnya.

Sementara itu M. Makhmud Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo menjelaskan bahwa berdasarkan kajian teknis Detail Engineering Design (DED), trase proyek digeser ke sisi timur.

Pergeseran tersebut mempertimbangkan efisiensi, kondisi topografi tanah, serta dampak terhadap masyarakat.

“Ada penghematan waktu, efisiensi anggaran, dan pergeseran trase ke sisi timur merupakan pertimbangan teknis DED fly over Gedangan dan hasil geometrik BBPJN menunjukkan sisi timur memiliki daya dukung tanah dan kondisi topografi yang lebih ideal untuk struktur bawah jembatan serta bidang yang terdampak lebih sedikit dengan luas pembebasan lahan yang terdampak adalah 45.822 meter persegi dan 89 KK serta lebih banyak lahan yang berstatus milik negara seperti Polsek, Puskesmas, PDAM, dan lahan milik PT KAI,” ujar Makhmud.(wld/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Mandiri Perkuat UMKM, Penyaluran KUR Capai Rp14,54 Triliun
• 17 menit lalumedcom.id
thumb
Komdigi Blokir 3,45 Juta Situs Perjudian Daring Sejak Oktober 2024
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rehabilitasi Sekolah Pascabanjir Sumatra Tembus Rp2,9 Triliun, Ribuan Sekolah Kembali Beroperasi
• 11 jam laludisway.id
thumb
Pakar ternak UGM: Gunakan alat perebah agar daging kurban tidak memar
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
9 WNI dalam Armada Flotilla ke Gaza Ditangkap Israel, Ini Daftarnya
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.