Upaya Eliminasi Malaria di Jayapura Diperkuat Lewat Kelambu dan Kader Lapangan

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Salah satu warga saat menggunakan kelambu berinsektisida. (Sumber: Dok. ANTARA)

KOMPAS.TV - Pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan malaria di wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura, melalui berbagai program perlindungan masyarakat dan pelayanan kesehatan langsung ke permukiman warga.

Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular utama di Indonesia yang ditularkan melalui nyamuk, selain demam berdarah, Japanese encephalitis, dan chikungunya. Meski angka kematian akibat malaria di Indonesia berkisar sekitar 130 kasus per tahun, penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi dibandingkan tiga penyakit menular tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menargetkan eliminasi malaria secara global pada 2030. Di Indonesia, sebanyak 476 dari total 514 kabupaten/kota telah mencapai status eliminasi malaria. Namun, lebih dari 93 persen beban kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua.

Berbagai tantangan masih dihadapi dalam penanggulangan malaria di Papua, mulai dari kondisi geografis berupa pegunungan, hutan lebat, hingga keterbatasan akses fasilitas kesehatan modern.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan RI menyiapkan strategi komprehensif eliminasi malaria dengan fokus khusus di Papua. Upaya yang dilakukan mencakup pencegahan berbasis lingkungan, distribusi kelambu berinsektisida, hingga pelibatan kader malaria di tengah masyarakat.

Kader malaria memeriksa darah guna memastikan warga terinfeksi malaria atau tidak. (Sumber: Dok. ANTARA)

Dinas Kesehatan Kota Jayapura mencatat malaria masih menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah tersebut. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah secara rutin mendistribusikan kelambu berinsektisida kepada masyarakat.

Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Kota Jayapura menyalurkan sebanyak 115.427 kelambu berinsektisida ke 14 kelurahan dan kampung di wilayah Kota Jayapura. Program ini menjadi salah satu strategi utama untuk menekan angka penularan malaria.

Selain distribusi kelambu, Pemerintah Kota Jayapura juga mengandalkan peran kader malaria yang aktif melakukan pemeriksaan kesehatan warga secara langsung melalui metode jemput bola.

Saat ini terdapat 245 kader malaria yang bertugas melakukan pemeriksaan cepat atau Mass Blood Survey menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan warga terinfeksi malaria atau tidak sehingga pengobatan dapat segera diberikan.

Penulis : Iqbal-Tawakal

Sumber : Kompas TV

Tag
  • malaria
  • pencegahan malaria
  • Kelambu berinsektisida
  • kader malaria
  • advertorial
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementan Pastikan Cadangan Beras Aman untuk Hadapi Kemarau Panjang
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Megawati dan Dubes Kuwait Bahas Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Pengamat Ingatkan Penurunan RW Kumuh Jakarta Jangan Dilihat dari Perubahan Tampilan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
2 Pelaku Curanmor Bersenpi Ditangkap, Sudah 6 Kali Beraksi di Jaktim dan Bekasi
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Dituntut 5 Tahun, Noel: Mending Korupsi Sebanyak-banyaknya
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.