Makassar, VIVA – Keluarga Andi Angga Prasadewa salah satu korban penculikan tentara zionis Israel asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merasa khawatir kondisi anaknya usai disergap di laut lepas Mediterania dalam misi kemanusiaan ke Palestina pada Senin 18 Mei 2026
"Anak saya itu berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki, di Marmaris (Cruise Port), ada 56 kapal, infonya begitu. Di perjalanan, sebelum sampai 250 mil dari laut, itu ada ini (ditangkap) sama zionis Israel," tutur ibu korban Sutrawati Kaharuddin di kediamannya Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Andi Angga Prasadewa merupakan salah satu rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dari perwakilan Rumah Zakat yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Palestina. Ada sembilan WNI termasuk dirinya yang dicegat militer Israel di perairan setempat.
Sutrawati kepada wartawan menceritakan, informasi penculikan anaknya barau diketahui setelah melihat berita serta dari pihak Rumah Zakat bahwa anaknya ditangkap militer Israel saat menuju Gaza, Palestina pada Senin 18 Mei waktu setempat.
"Jam tiga sore kemarin masih jawab WhatsApp saya. Setelah itu saya jawab, kakak, bunda sangat khawatir. Kakak hati-hati di sana. Banyak doa, istighfar, sekecil apa pun itu berserahkan sama Allah. Selalu minta petunjuk sama Allah," tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, anak sulungnya ini memang mabuk laut dan tidak mampu menempuh perjalanan laut. Namun meski telah disampaikan untuk tidak ikut, tetapi bersikeras berangkat untuk misi kemanusiaan.
"Itu hari dia bilang, saya mabuk (laut) apa begitu. Kakak (Angga) itu mabuk laut. Pokoknya apapun itu selalu ingat Allah. tu Saya cuma ingatkan supaya kakak perbanyak beristighfar," ujarnya lagi menasehati anaknya saat berkomunikasi terakhir.
Sebelumnya dia khawatir anaknya ikut dalam misi kemanusiaan sebagai perwakilan rumah zakat membawa obat-obat dan bantuan ke Gaza, Palestina menempuh jalur laut. Sebelum peristiwa penculikan itu, menghubungi korban.
"Tapi, karena anak saya juga selalu khawatir dengan saya. Jadi, dia pelan-pelan (akan berangkat) kalau ingin nggak langsung menentukan. Mungkin Rumah Zakat sudah menyampaikan, tapi karena namanya firasat ibu, saya selalu khawatir dengan anak.





