Polisi Bongkar Praktik Penipuan Jual Beli Dapur MBG, 4 Tersangka Raup Hampir Rp2 Miliar

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membongkar praktik penipuan dan penggelapan bermodus pembukaan titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Polisi menetapkan 4 orang tersangka setelah diduga menipu 13 korban dengan total kerugian mencapai Rp1,963 miliar.

Para tersangka diduga menjanjikan para korban dapat mengelola titik koordinat dapur MBG dengan syarat menyetorkan uang mulai dari Rp75 juta hingga Rp150 juta per titik.

Untuk meyakinkan korbannya, komplotan ini nekat memalsukan kartu identitas (ID) yang seolah-olah diterbitkan secara resmi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari serangkaian laporan polisi sejak Januari 2024. Hasil penyelidikan menemukan adanya jual beli titik dapur MBG yang menyasar para pengusaha lokal.

"Tersangka menjanjikan kepada para korban dapat membuka portal koordinat SPPG sesuai keinginannya masing-masing dengan syarat memberikan uang senilai Rp75 juta sampai Rp150 juta," ujar Hendra dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa (19/5/2026). 

Baca Juga

  • Prabowo Klaim MBG dan Koperasi Desa Mampu Putar Rp10,8 Miliar di Desa
  • Telur Lokal di Piring Anak: Upaya MBG Dorong Gizi dan Nasib Peternak
  • Prabowo Akui MBG Banyak Masalah Imbas Lemahnya Integritas Petugas

Empat tersangka yang diamankan yakni YRN alias Yon Ramdan Nuryamin, AY alias Anwar Yusuf, AN alias Ali Nugraha, dan OSP alias Oki Septian Pradana. 

Dia menjelaskan, tersangka Oki memiliki peran sentral dengan mencatut nama pejabat negara dan mengaku sebagai keponakan Wakil BGN Soni Sanjaya guna membangun kepercayaan para calon korban.

"Tidak ada satu pun uang yang masuk ke BGN. Semua itu memang niatnya palsu," tegas Hendra.

Berdasarkan hasil penyidikan, dana dari para korban ditransfer ke rekening tersangka Ali Nugraha sebelum didistribusikan kepada anggota komplotan lainnya. 

Oki tercatat menerima aliran dana terbesar, yakni mencapai Rp1,046 miliar. Salah satu korban bahkan telah menyetorkan uang sebesar Rp200 juta untuk rencana pembukaan 2 titik dapur di wilayah Kota Banjar dan Kabupaten Cilacap, namun akses portal yang dijanjikan tetap tidak dapat dibuka.

"Pelapor dan para korban dirugikan secara materiil sebanyak Rp1,963 miliar," ungkap dia.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya 11 saksi dan menyita sejumlah barang bukti berupa bukti transfer perbankan serta tangkapan layar percakapan antara tersangka dan korban. 

Keempat tersangka kini dijerat dengan Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan Pasal 486 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Soni Sanjaya mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap segala bentuk penawaran yang menjanjikan pengelolaan titik SPPG dengan imbalan uang.

Dia menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan pengajuan titik hanya dilakukan melalui portal resmi pemerintah.

"Jadi seolah-olah titik itu diperjualbelikan dan tentu saja dengan membawa-bawa nama pejabat BGN," kata Soni.

Soni menambahkan bahwa seluruh operasional kemitraan dikelola secara transparan dan digital. “Jadi sebenarnya tidak ada kesempatan untuk memperjualbelikan titik tersebut,” pungkasnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat melakukan verifikasi langsung melalui laman mitra.bgn.go.id untuk mendapatkan informasi lengkap soal Mitra SPPG secara resmi. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kontroversi Drakor Perfect Crown yang Dituding Distorsi Sejarah Korea, IU dan Byeon Woo Seok Sampai Minta Maaf
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Bukan Diet Ketat! Coba 9 Kebiasaan Kecil Ini untuk Turunkan Berat Badan Secara Alami
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Aksi Damai Warga Bandung Minta 9 WNI yang Diculik Israel Dibebaskan, Termasuk Dua Jurnalis Republika
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono: Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Harus Jadi Rumah Rakyat
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
WNI Rombongan Sumud Flotilla Ungkap Momen Mencekam Dikejar Kapal Israel
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.