FAJAR, MAKASSAR – Transformasi layanan di perguruan tinggi tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan administrasi, tetapi juga pada kemampuan sumber daya manusia dalam membangun komunikasi, empati, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Hasanuddin menyelenggarakan “Pelatihan Kinerja Profesional dan Pelayanan Prima bagi Tenaga Kependidikan dalam Lingkup Universitas Hasanuddin Batch I” yang dimulai pada Senin (19/5) di Aula LPMPP Unhas, Kampus Tamalanrea.
Sebanyak 45 pegawai perwakilan unit kerja rektorat dan fakultas mengikuti pelatihan yang difokuskan pada penguatan kompetensi pelayanan, profesionalisme kerja, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung efektivitas layanan institusi.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pelayanan publik, tenaga kependidikan memegang peran penting sebagai garda depan interaksi institusi dengan mahasiswa, dosen, mitra, maupun masyarakat. Karena itu, pelayanan saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga keterampilan interpersonal, manajemen emosi, dan kemampuan beradaptasi dengan transformasi digital.
Kepala Subdirektorat Kepegawaian Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) Unhas, Saharia, menyampaikan bahwa pelayanan prima tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian administrasi, tetapi juga sikap profesional, disiplin, integritas, dan kemampuan membangun komunikasi yang baik.
“Peserta diharapkan mampu membangun mindset profesional dalam bekerja serta menerapkan pelayanan yang efektif dan responsif dalam tugas sehari-hari,” ujarnya.
Selain penguatan etika dan profesionalisme pegawai, pelatihan juga membahas pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung efektivitas layanan, penanganan keluhan secara profesional, hingga penguatan kerja tim yang kolaboratif.
Materi yang diberikan meliputi Etika dan Profesionalisme Pegawai, Kinerja Profesional dan Pelayanan Prima, Service Behavior Transformation, Professional Grooming, Effective Communication Service, hingga Transformasi Layanan Digital Berbasis AI. Kegiatan turut dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD), role play, dan praktik pelayanan.
Batch I diikuti oleh 45 sekretaris pimpinan dari berbagai unit kerja. Sementara itu, Batch II dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Juni 2026 dan akan diikuti sekitar 60 peserta dari Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bidang Perencanaan dan Sumber Daya, serta Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni.
Melalui pelatihan ini, Universitas Hasanuddin mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kualitas layanan. (/)





