Ketua DPD RI Sultan Beri Pembekalan Kepada 1.700 Calon Wisudawan UGM

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, YOGYAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Periode 2024–2029 Sultan Baktiar Najamudin memberikan pembekalan kepada 1.760 calon wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pembekalan calon wisudawan sarjana dan sarjana terapan periode III tahun akademik 2024/2025 itu berlangsung pada Selasa (19/5) di lantai 2 Grha Sabha Pramana UGM.

BACA JUGA: Ketua DPD RI Sultan Terima Kunjungan Dirjen Badan Atom Rusia untuk Membahas Potensi Pengembangan PLTN

Kegiatan ini diadakan sehari sebelum pelaksanaan wisuda sarjana UGM yang akan dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 20-21 Mei 2025.

Sultan menyampaikan pengalamannya sebagai seorang praktisi di bidangnya.

BACA JUGA: Apresiasi Presiden Prabowo Kunjungi Pulau Miangas, Ketua DPD RI Sultan: Daerah Terdepan Sebagai Wajah Indonesia

Dia menyoroti proses wisuda bukan hanya perihal kelulusan, melainkan tentang perpindahan dari ruang teori menuju realitas.

Ada banyak hal yang berbeda antara apa yang dipelajari di kelas dan dunia nyata.

BACA JUGA: Gubernur Herman Deru Dorong AFI Lahirkan Sultan Muda Baru di Sumsel

“Dan, sering kali realitas tidak selalu hadir sesuai dengan isi proposal yang teman-teman pikirkan,” ujarnya.

Menurutnya, wisuda bukan garis akhir pendidikan, melainkan hari pertama para calon wisudawan akan diuji dalam lingkungan yang lebih nyata.

Dia memberikan contoh. Jika nilai buruk itu pasti bisa diperbaiki. Di dunia profesional, keputusan yang diambil bisa berdampak luas.

"Keputusan keliru di dunia usaha atau pegawai di lapangan pekerjaan, atau mungkin banyak teman-teman di masyarakat, itu berdampak,” ujar Sultan.

Menurut Sultan, ujian yang akan diterima nantinya tak lagi hanya di atas selembar kertas, melainkan dengan tantangan, tanggung jawab, dan tekanan yang makin besar.

Sultan mengingatkan bahwa dunia setelah lulus jauh lebih kompleks dan keras daripada apa yang sudah dilalui di kampus. Namun, justru di sana kepimpinan sesungguhnya baru saja dimulai, dan bangsa ini membutuhkan orang-orang terbaiknya.

Dia mengajak para wisudawan untuk menyiapkan role model atau rencana apa yang akan dilakukan mulai dari saat ini.

Dia meminta mereka untuk mempersiapkan masa depan mereka dengan sebaik-baiknya.

"Mulailah berpikir tentang masa depan, atau target hidup. Jangan lagi seperti mungkin kami-kami dulu. Saya dulu istilahnya masih by accident. Lebih banyak karena alam, bukan by design, bukan by plan,” pesannya.

Selanjutnya, dia pun mengingatkan untuk tak hanya membangun hard skill saja, melainkan juga soft skill, seperti integritas dan juga kecerdasan emosional.

Terlebih dengan persaingan dengan AI dan teknologi yang makin maju.

Lebih lanjut, Sultan pun mengingatkan para calon wisudawan ini untuk tak hanya berpikir mencari pekerjaan saja, tetapi juga bagaimana menciptakan inovasi, membangun bisnis, membangun perusahaan, serta membangun kompetisi itu dengan menguasai teknologi atau digitalisasi.

Terakhir, ia pun berpesan agar para calon wisudawan UGM untuk tak hanya menjadi orang yang sukses, tetapi juga orang yang bermanfaat serta terus berjuang dan percaya diri.

"Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses, tetapi bercita-citalah menjadi orang yang bermanfaat! Bermanfaat untuk teman-teman, bermanfaat untuk masyarakat, bermanfaat untuk negara, dan bermanfaat untuk agama,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang akan segera diwisuda sembari menyambut baik materi pembekalan.

Arie pun berharap para wisudawan mendapatkan pemahaman tentang peningkatan skill sebagai persiapan memasuki dunia kerja, terutama kelompok-kelompok yang memasuki dunia profesional.

"Mengapa keterampilan ini penting? Sebab menjadi alumni UGM haruslah menjadi subjek yang berdampak dan berkontribusi positif dalam memecahkan permasalahan bangsa," ujar Arie.

Arie juga menekankan kepada para wisudawan harus memiliki kapasitas dan karakter yang kuat, adaptif, inovatif, kolaboratif, problem solver, dan self-leadership,” pungkas Arie.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anang Hermansyah dan Ashanty Akhirnya Berangkat Haji Usai 8 Tahun Menunggu
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Rosatom Siapkan Tiga MoU Strategis Saat Putin Kunjungi China
• 3 jam lalupantau.com
thumb
9 WNI Ditangkap Israel Dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud, Berikut Kronologinya
• 17 jam lalunarasi.tv
thumb
Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Tinjau Ulang Lokasi
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Buka Suara Soal Anggaran Jet Tempur KF-21 dan Sukhoi Su-35
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.