AI dan Mahasiswa: Alat Bantu atau Jalan Pintas?

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Banyak mahasiswa merasa dimudahkan oleh hadirnya AI dalam dunia digital, tetapi perlahan mulai terjebak dalam ketergantungan terhadap teknologi itu sendiri.

Saya pernah menyelesaikan tugas kuliah hanya dalam hitungan menit dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI). Saat itu saya merasa sangat terbantu karena AI mampu memberikan rangkuman materi, ide penulisan, bahkan contoh yang cukup lengkap dengan sangat cepat.

Di tengah banyaknya tugas dan waktu yang terbatas, teknologi seperti AI memang terasa sangat memudahkan kehidupan mahasiswa, tidak terkecuali saya. Namun, setelah dipikir kembali, saya mulai bertanya pada diri sendiri: apakah saya benar - benar belajar atau hanya sekadar menyelesaikan tugas?

Saat ini penggunaan AI di kalangan mahasiswa sudah menjadi hal yang sangat umum kita jumpai. Banyak mahasiswa memanfaatkan atau menggunakan AI untuk mencari referensi, membuat materi presentasi, menerjemahkan teks hingga membantu menyusun tugas kuliah. Perkembangan teknologi ini juga terus meningkat dalam dunia pendidikan. UNESCO menyebutkan bahwa AI membawa perubahan besar dalam sistem pembelajaran dan membuka peluang baru dalam proses pendidikan modern. Sumber: (UNESCO.org)

Sebagai mahasiswa, saya setuju bahwa AI dapat memberikan banyak manfaat dalam proses belajar. AI membantu mahasiswa memahami materi dan tugas yang sulit dengan lebih cepat dan praktis. Dalam beberapa kondisi, AI juga dapat membantu meningkatkan efektivitas belajar karena informasi dapat diperoleh dalam waktu yang sangat singkat. Kehadiran AI tentu menjadi kemajuan teknologi yang sulit dihindari di era digital seperti saat ini.

Namun, menurut saya, penggunaan AI tetap harus dibatasi dan digunakan secara bijak. Saya mulai melihat banyak mahasiswa yang terlalu bergantung pada AI untuk menyelesaikan tugas ataupun untuk hal lainnya. Tidak sedikit yang langsung menyalin jawaban dari AI tanpa terlebih dahulu memahami isi materinya. Bahkan, terkadang AI digunakan hanya untuk mencari jalan instan agar tugas cepat selesai.

Kebiasaan seperti ini cukup mengkhawatirkan. Jika mahasiswa terus bergantung pada AI, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan menganalisis bisa perlahan menurun. Padahal, tujuan utama pendidikan bukan hanya memperoleh nilai yang baik, tetapi juga melatih cara berpikir dan kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Penelitian mengenai penggunaan AI dalam pendidikan juga menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap AI dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Sumber: Journal Universitas Pasundan (journal.unpas.ac.id)

Selain itu, AI tidak selalu memberikan informasi yang benar dan akurat. Sebagai pengguna, mahasiswa tetap harus memeriksa ulang jawaban yang diberikan AI dengan membandingkannya pada buku, jurnal, maupun sumber terpercaya lainnya. Menurut saya, AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir mahasiswa.

Penggunaan AI juga perlu disertai dengan etika akademik. Menggunakan AI untuk membantu memahami materi tentu bukan masalah, tetapi menggunakan AI untuk melakukan plagiarisme atau mengerjakan tugas tanpa usaha pribadi merupakan tindakan yang kurang tepat.

Pada akhirnya saya tidak menolak perkembangan AI dalam dunia pendidikan. Saya Justru melihat AI sebagai teknologi yang sangat membantu mahasiswa di era modern saat ini. Namun, penggunaannya tetap harus dibatasi agar mahasiswa tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis dan kreativitasnya sendiri.

Teknologi akan terus berkembang mengikuti zaman, termasuk AI yang kini semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Karena itu mahasiswa perlu menggunakan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. AI seharusnya menjadi alat bantu untuk mendukung proses pembelajaran, bukan menjadi jalan instan yang membuat mahasiswa semakin bergantung pada teknologi.

Opini ini ditulis oleh salah satu mahasiswa Program Studi S1 Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu yang bernama Rafif Fathi Rahman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisaris Utama Nindya Karya Tinjau Progres Sekolah Rakyat di Deli Serdang dan Medan
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Rupiah Melemah, Ada Satu Instrumen yang Belum Dikeluarkan BI
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kementerian ESDM Uji Coba Pemanfaatan CNG Sebagai Alternatif Elpiji 3 Kg | JMP
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Adaptasi Gonjiam: Haunted Asylum, 402: Rumah Sakit Angker Korea Gandeng Dukun Asli Korea untuk Syuting
• 55 menit lalugrid.id
thumb
Kronologi Mahasiswi Teknik Unhas Ditemukan Tewas di Kampus
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.