JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memaparkan langkah pemerintah atas penangkapan warga negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla oleh tentara Israel.
Ia mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tentang masalah tersebut.
Ia menyebut Kemlu telah melakukan koordinasi awal dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul.
"Termasuk menyiapkan langkah antisipatif, seperti penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) apabila paspor WNI disita, serta dukungan medis apabila diperlukan," kata Dudung dalam konferensi persnya, Selasa (19/5/2026) malam, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Dudung mengatakan, perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
Baca Juga: Kedubes Palestina untuk Indonesia Kecam Tindakan Israel terhadap Peserta Global Sumud Flotilla
Ia menyebut Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya, yaitu Turki, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.
Dudung menambahkan, perwakilan Republik Indonesia senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dan otoritas setempat terkait penangkapan WNI tersebut.
Ia mengatakan, Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, serta melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI.
Ia memastikan pemerintah Indonesia juga akan menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- ksp
- kantor staf kepresidenan
- dudung abdurachman
- global sumud flotilla
- israel
- wni ditangkap israel





