Dua Anggrek Langka Ditemukan di Gunung Semeru, Jadi Catatan Baru Indonesia

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat penemuan dua spesies anggrek baru di kawasan Gunung Semeru setelah melalui proses identifikasi ilmiah yang berlangsung selama beberapa tahun.

Dua spesies tersebut teridentifikasi sebagai Anoectochilus papuanus dan Acanthophippium bicolor.

Toni Artaka Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan TNBTS mengatakan, kedua anggrek itu ditemukan di lereng selatan Gunung Semeru, Jawa Timur, pada elevasi sekitar 800 hingga 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Anoectochilus papuanus ditemukan pada 2022, sedangkan Acanthophippium bicolor ditemukan setahun kemudian.

“Sejak ditemukan sampai pengajuan jurnal ilmiah butuh waktu sekitar satu sampai dua tahun, setelah itu proses publikasi ilmiah hampir dua tahun. Penemuan dua jenis anggrek itu merupakan catatan baru untuk Pulau Jawa dan Indonesia,” ujar Toni di Kota Malang, Selasa (19/5/2026).

Menurut hasil identifikasi, Anoectochilus papuanus memiliki ciri khas daun berurat dengan ukuran sekitar 2 hingga 5 sentimeter.

Dilansir dari Antara, tanaman ini memiliki tinggi bunga sekitar 12 sentimeter dengan perpaduan warna marun dan putih transparan. Seluruh bagian bunganya juga ditutupi rambut halus.

Sementara itu, Acanthophippium bicolor memiliki ukuran lebih besar dengan tinggi mencapai sekitar 60 sentimeter dari pangkal hingga ujung daun. Spesies ini memiliki dua daun hijau yang bertahan sepanjang tahun dan umbi semu sepanjang 20 sentimeter yang tumbuh secara merumpun.

“Bunganya memiliki ukuran diameter mencapai empat sentimeter, berbentuk menyerupai kendi, dan berwarna merah menyala berpadu kuning pucat,” kata Toni.

Penemuan ini menjadi penting karena kedua spesies tersebut sebelumnya diketahui tersebar di wilayah yang berbeda.

Anoectochilus papuanus selama ini tercatat ditemukan di Papua hingga Kepulauan Solomon, sedangkan Acanthophippium bicolor dikenal berasal dari kawasan India dan Sri Lanka.

Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature, kedua spesies tersebut masih berstatus not evaluated atau belum dievaluasi dalam daftar konservasi global. Meski demikian, hasil identifikasi awal menunjukkan keduanya tergolong langka karena cukup sulit ditemukan di habitat alaminya.

TNBTS menyebut status konservasi resmi kedua spesies tersebut masih memerlukan kajian lanjutan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hingga kini, kedua anggrek itu juga belum memiliki nama lokal.

Secara global, Anoectochilus papuanus dikenal dalam kelompok Jewel Orchids, sedangkan Acanthophippium bicolor termasuk dalam kelompok Jug Orchids. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapkan 4 Sapi, Ustaz Solmed Berencana Masukkan Nama Karyawan dalam Daftar Kurban Tahun Ini
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Dua Masjid Suci Sediakan Layanan Penerjemah
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Naykilla Dikecam Usai Diduga Dukung LGBT Saat Manggung, Warganet Serukan Boikot
• 15 jam laluintipseleb.com
thumb
Pemerintah Siapkan Transformasi Ekosistem Ekonomi Haji untuk Rakyat
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Aksi Sigap KDM dalam Penertiban Trotoar di Kawasan Cicadas, Gubernur Jawa Barat itu Ambil Langkah Persuasif dan Humanis
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.