AS dan Iran Bertukar Proposal Nuklir, Trump Cari Kesepakatan Baru

suarasurabaya.net
15 jam lalu
Cover Berita

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan saling bertukar proposal terkait pembatasan program nuklir Teheran.

Di tengah ancaman eskalasi konflik regional, Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) memilih menunda rencana serangan terhadap Iran karena peluang tercapainya kesepakatan dinilai semakin terbuka.

Laporan The Washington Post menyebutkan, pemerintahan Trump belum puas terhadap proposal awal Iran yang dianggap belum cukup membatasi aktivitas pengayaan uranium.

Washington disebut mendorong kesepakatan yang lebih ketat demi memastikan program nuklir Iran tidak berkembang menjadi ancaman keamanan baru di kawasan.

Dalam putaran negosiasi sebelumnya, Amerika Serikat meminta Iran menghentikan aktivitas pengayaan uranium selama 25 tahun. Namun, proposal tersebut langsung ditolak Teheran. Pemerintah AS kemudian menurunkan tuntutan menjadi larangan selama 20 tahun, tetapi Iran tetap menolak usulan itu.

Sumber yang dikutip The Washington Post menyebut, pembahasan terbaru mulai mengarah pada kompromi yang lebih realistis. Amerika Serikat disebut membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran apabila Teheran bersedia menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata proksi di Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran juga dikabarkan mengajukan opsi memindahkan sebagian cadangan uranium yang telah diperkaya ke negara lain sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, proposal tersebut masih bersifat tentatif dan bergantung pada kesepakatan akhir yang lebih luas.

“Kesepakatan sepenuhnya belum final, tetapi pembicaraan bergerak ke arah yang lebih konstruktif,” demikian isi laporan yang dikutip dari pejabat yang mengetahui jalannya negosiasi.

Dilansir dari Antara pada Selasa (19/5/2026), situasi memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu memicu respons balasan dari Teheran serta meningkatkan ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi pusat distribusi energi dunia.

Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April, negosiasi lanjutan di Islamabad belum menghasilkan perjanjian permanen. Kendati demikian, gencatan senjata tetap diperpanjang tanpa batas waktu tertentu guna mencegah konflik berkembang menjadi perang regional terbuka.

Di tengah situasi tersebut, Trump memutuskan menunda serangan lanjutan terhadap Iran setelah menerima masukan dari sejumlah negara Teluk. Pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab disebut meminta Washington menahan diri karena peluang tercapainya kesepakatan damai dinilai semakin dekat.

Menurut laporan Axios, Trump melakukan komunikasi intensif dengan para pemimpin negara Teluk dalam 24 jam sebelum pengumuman penundaan serangan. Negara-negara tersebut khawatir fasilitas minyak dan energi mereka menjadi target serangan balasan Iran apabila konflik kembali pecah. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksklusif! Luis Estrella: Talenta Futsal Indonesia Luar Biasa, tetapi Hanya Dalam 2 Jam!
• 21 jam lalubola.com
thumb
Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Rutin Bangun Pagi Sebelum Jam 6
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Timnas Indonesia U-19 Matangkan Taktik di Jogja, Nova Arianto Mulai Seleksi Jelang Piala AFF U-19 2026
• 3 jam lalubola.com
thumb
GPCI Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan Relawan yang Diculik Israel
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.