Organisasi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk bergerak cepat memastikan keselamatan para relawan Tanah Air yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza. Desakan ini mengemuka menyusul pencegatan dan penculikan sejumlah relawan oleh pasukan militer Israel di perairan Mediterania.
Menanggapi perkembangan situasi terkini, Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Pihak Kemlu dilaporkan telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan sewenang-wenang otoritas Israel terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan internasional.
Lebih lanjut, Irvan menekankan bahwa kecaman tersebut harus segera diikuti dengan langkah diplomasi taktis yang berfokus pada penyelamatan. Ia berharap Kemlu RI terus mendorong upaya advokasi perlindungan secara maksimal agar para relawan yang disandera dapat segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat.
Baca Juga :
Turki dan Spanyol Kutuk Pembajakan Israel terhadap Kapal GSFDalam kesempatan tersebut, Irvan juga meminta dukungan penuh dari insan pers untuk terus mengawal isu kemanusiaan ini agar menjadi perhatian dunia internasional. Tidak lupa, ia memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia bagi keselamatan armada relawan.
"Tentunya berharap memang apa yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri terus didorong untuk mengupayakan advokasi tadi ya, penyelamatan warga negara Indonesia. Mohon pengawalan terus dari teman-teman media. Terima kasih nih teman-teman media terus menyuarakan ini, dan mohon doanya terus juga kepada warga negara Indonesia untuk sama-sama mendukung aksi upaya kemanusiaan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla kedua ini," kata Irvan dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa 19 Mei 2026.



