KOMPAS.TV - Selat Hormuz jadi titik krusial. Jalur energi dunia dipertaruhkan.
AS menuntut akses penuh, sementara Iran justru menguatkan kontrol.
Sejak Iran memblokade jalur pelayaran pada Februari 2026, aktivitas di Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting dunia nyaris lumpuh.
Organisasi Maritim Internasional menyatakan lebih dari seribu 500 kapal terjebak di wilayah tersebut.
Sebagai tandingan, militer AS pun mengerahkan kapal perangnya melakukan blokade di Selat Hormuz.
Kapal-kapal tersebut bersiaga di Teluk Oman, mencegat kapal-kapal yang berasal dan menuju pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Tujuan Amerika Serikat melakukan blokade adalah untuk menekan Iran secara ekonomi dan menghentikan pendapatan mereka dari penjualan minyak.
Iran tutup Selat Hormuz selama AS masih memblokade jalur menuju jalur pelayaran strategis tersebut.
Siapa yang memegang kendali atas Selat Hormuz dan akankah negosiasi damai tercapai?
Kita bahas bersama Aisha Kusumasomantri, Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence.
Baca Juga: Iran-Oman Bahas Aturan Baru Selat Hormuz, Fokus Jaga Jalur Pelayaran Aman | KOMPAS PETANG
#iran #selathormuz #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- iran
- amerika
- trump
- selat hormuz
- perang as iran
- blokade





