PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Sorbu Agro Energi untuk mengembangkan bioenergi berbasis sorgum di Gorontalo guna mendukung transisi energi dan target net zero emission (NZE). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, mengatakan biomassa dinilai memiliki keunggulan dalam menekan emisi karbon melalui substitusi batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
“Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Ia menambahkan, pengembangan bioenergi berbasis sorgum juga sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, permintaan biomassa global juga terus meningkat seiring kebutuhan negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan terhadap pasokan energi hijau.
Saat ini, PLN EPI telah mengembangkan hampir 14 jenis biomassa untuk kebutuhan cofiring PLTU. Perusahaan juga telah mengamankan kontrak pasokan biomassa sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra.
Dalam skema kerja sama tersebut, PLN EPI berperan sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sementara aktivitas budidaya dilakukan oleh mitra usaha.
“Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” kata Hokkop.
Sementara itu, Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, mengungkapkan pihaknya saat ini mengelola konsesi sekitar 10.000 hektare di Gorontalo dengan potensi pengembangan hingga 40.000 hektare melalui program perhutanan sosial.
Tahap awal proyek akan dikembangkan di Desa Totopo, Gorontalo, dengan luas lahan mencapai 218 hektare. Lokasi tersebut berada sekitar 56 kilometer dari PLTU Anggrek, Gorontalo Utara.
Baca Juga: Dari Desa untuk Energi Nasional, PLN EPI Kembangkan Biomassa Digital
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi IoT pada Pembibitan Mangrove di Cilacap
“Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo,” ujar Verdi.
Adapun ruang lingkup kerja sama kedua perusahaan mencakup studi pengembangan bioenergi, pembangunan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga pemanfaatan biomassa kayu dan sumber daya hayati lainnya untuk mendukung transisi energi nasional.





