JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI serta perwakilan Indonesia di luar negeri dalam posisi siaga usai lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel.
Diketahui, ada sembilan WNI yang tengah mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Lima WNI dilaporkan ditangkap militer Israel. Sementara itu, empat WNI lainnya yang berada di dua kapal berbeda masih melanjutkan pelayaran di sekitar perairan Siprus.
“Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan warga negara Indonesia dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian,” kata Dudung di Kantor KSP Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Bahkan, kata Dudung, Indonesia bersama sembilan negara lainnya, yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, mengutuk keras serangan Israel terhadap GSF.




