Konsumsi Puncak Haji Sering Dijadikan Oleh-Oleh, Kemenhaj: Makanan Aman sampai 18 Bulan

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKKAH — Jemaah haji kerap membawa makanan siap santap saat puncak haji dan menjadikannya sebagai oleh-oleh ke Indonesia. Kemenhaj memastikan bahwa makanan itu aman disimpan lama, sehingga tetap layak untuk dimakan di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi di Makkah, Selasa (19/5/2026), saat menunjukkan contoh makanan siap santap untuk jemaah haji 2026.

Jaenal mengungkap bahwa pemerintah menyiapkan 3,08 juta porsi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk jemaah haji, sejak persiapan puncak haji hingga saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Namun, makanan itu tidak selalu habis dimakan saat puncak haji.

"Ini saking senangnya, kadang para jemaah ini [makanan siap santap saat puncak haji] dibawa sebagai oleh-oleh pulang ke Indonesia," ujar Jaenal pada Selasa (19/5/2026).

Mereka membawa paket-paket konsumsi itu karena tersimpan rapat di dalam kemasan, sehingga aman untuk disimpan di koper maupun tas. Paket-paket makanan itu juga bisa menjadi penawar rindu akan suasana puncak haji.

Jaenal mengungkap bahwa makanan siap santap saat puncak haji aman untuk dibawa ke Tanah Air, karena makanan itu dibuat dan dikemas dengan baik, sehingga aman untuk dikonsumsi hingga 18 bulan.

Baca Juga

  • Cerita Damiri, Jemaah Haji Pengidap Diabetes yang Jalani Amputasi di Arab Saudi
  • Konsumsi Jemaah saat Puncak Haji Tak Perlu Dipanaskan, Bisa Langsung Dimakan

"Daya tahannya ini 18 bulan, sehingga ini cukup dan kemarin kita uji ke laboratorium lagi, kita cek, dan masih sangat layak untuk dikonsumsi," ujar Jaenal.

Makanan siap santap untuk puncak haji itu dapat langsung dimakan tanpa perlu dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu, sehingga praktis dan memudahkan jemaah haji.

"Ini [paket makanan untuk puncak haji] sudah bisa langsung dibuka, dimakan. Tidak perlu dipanaskan," ujar Jaenal.

Bukan hanya bisa langsung disantap, makanan itu juga dibagikan dengan kemasan yang bisa dijadikan wadah makan.

"Khawatirnya ada jemaah yang tidak terbiasa makan makanan RTE ini, nanti ada petugas yang menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, langsung dimakan," ujarnya.

Jaenal juga memastikan bahwa makanan-makanan tersebut memiliki cita rasa nusantara. Menu-menunya beragam, mulai dari nasi uduk dan daging, kari ayam, rendang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa 9 Saksi soal Aliran Uang ke Bupati Tulungagung
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Xi Jinping dan Putin Bahas Perang Iran-AS, Dorong Konflik Diakhiri Segera
• 37 menit laluidxchannel.com
thumb
Dinkes Karawang Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan Hindari Hantavirus
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Polisi Usut Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Bocah di Wisata Jati Sewu Gresik
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.