Biaya Naik, Harga Jual Turun: Peternak Unggas Terjepit Imbas Rupiah Melemah

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Pemindo), Kusnan, menyebut kondisi peternak unggas saat ini berada dalam tekanan akibat ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual.

Ia menjelaskan, kenaikan harga input seperti pakan dan bibit membuat harga pokok produksi (HPP) peternak rakyat ikut meningkat.

Namun di sisi lain, harga jual ayam dan telur justru mengalami penurunan dan tidak mampu mengikuti kenaikan biaya produksi.

“Di sektor perunggasan, baik ayam petelur maupun ayam pedaging, kenaikan harga input seperti pakan dan bibit membuat HPP ikut naik. Tapi harga jual justru tertekan dan tidak bisa melampaui HPP,” kata Kusnan, Selasa (19/5/2026), dikutip dari Youtube Obrolan Newsroom Kompas.com.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Berdampak pada Peternak di Desa: Harga Pakan Naik

Harga Ayam dan Telur Tertekan di Bawah HPP

Kusnan mengungkapkan, saat ini harga ayam potong ukuran dua kilogram berada di kisaran Rp 18.000 per ekor, bahkan di sejumlah daerah tertekan di bawah level tersebut.

Sementara itu, harga telur ayam di tingkat kandang juga mengalami tekanan.

Berdasarkan informasi dari anggota Pemindo di Solo, harga telur hanya berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram, jauh di bawah harga pokok produksi.

“Ini sangat jauh di bawah HPP,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi ini menunjukkan bahwa peternak unggas sedang menghadapi tekanan ganda, yakni kenaikan biaya produksi di satu sisi dan penurunan harga jual di sisi lain.

Baca juga: Peternak Sebut Pelemahan Rupiah Ikut Tekan Penjualan Hewan Kurban

Harga Pakan Naik, Tapi Pasar Tidak Mengikuti

Kusnan menjelaskan, kenaikan harga pakan terjadi karena meningkatnya harga bahan baku, yang kemudian berdampak pada harga pakan dari pabrikan.

Namun, kenaikan tersebut tidak diikuti oleh kenaikan harga jual produk peternakan di pasar, sehingga margin peternak semakin tertekan.

Ia menilai kondisi ini membuat usaha peternakan rakyat semakin sulit bertahan di tengah fluktuasi biaya produksi.

Baca juga: Rupiah Melemah, Peternak Sebut Harga Pakan Ikut Naik karena Bahan Baku Masih Impor

Peternak Minta Perlindungan dan Serapan Pemerintah

Kusnan berharap pemerintah dapat memberikan perlindungan terhadap peternak rakyat, terutama melalui kebijakan penyerapan produk saat harga jatuh.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya memiliki sejumlah program yang bisa menjadi saluran serapan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ketika harga jatuh, harapannya produk peternak bisa diserap atau dibeli oleh pemerintah. Peternak tidak minta lebih, cukup diserap saja agar stok berkurang dan harga bisa stabil,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awal Mula Pengeroyokan Maut di Jakbar: Korban Awalnya Berusaha Melerai
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kemlu RI Siapkan Langkah Pelindungan untuk WNI dari Ancaman Intersepsi Israel
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 19 Orang, Termasuk 3 Anak-anak
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo: Bangsa Indonesia Pernah Ditempatkan "Di Bawah Anjing" oleh Penjajah!
• 32 menit laluokezone.com
thumb
Melihat Puluhan Lukisan Emas yang Dilelang Kejaksaan, Ada yang Harga Rp 8 Miliar
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.