REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT NAP Info Lintas Nusa bersama Matrix Networks meningkatkan kapasitas konektivitas kabel bawah laut Batam-Jakarta untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan data di era kecerdasan buatan (AI), cloud, dan layanan digital. Penguatan tersebut dilakukan melalui implementasi teknologi optik terbaru pada sistem kabel bawah laut Matrix Cable System (MCS).
Melalui peningkatan tersebut, jalur Batam-Jakarta kini mampu menghadirkan kapasitas transmisi data hingga 1 terabit per detik per kanal pada jaringan kabel bawah laut sepanjang 1.055 kilometer. Implementasi ini menjadikan Matrix NAP Info sebagai salah satu operator pertama di kawasan Asia Tenggara yang mengoperasikan teknologi optik koheren generasi terbaru pada sistem kabel laut aktif.
Direktur Matrix NAP Info, Omar Syarif Nasution, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut bukan sekadar penambahan bandwidth, tetapi juga bagian dari penguatan posisi Indonesia dalam lanskap konektivitas digital global.
“Dengan mengimplementasikan teknologi optik koheren paling canggih yang tersedia saat ini, kami memastikan keberlanjutan dan kesiapan masa depan backbone konektivitas internasional Indonesia, serta memastikan pelanggan kami memiliki akses terhadap bandwidth yang dibutuhkan untuk bersaing di era AI dan cloud,” ujar Omar dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}Ia mengatakan peningkatan kapasitas dilakukan dengan mengoptimalkan infrastruktur kabel bawah laut yang telah dimiliki tanpa harus membangun jaringan baru. Langkah tersebut dinilai lebih efisien sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur digital yang lebih berkelanjutan.
Matrix Cable System selama ini menjadi salah satu jalur penting konektivitas digital Indonesia yang menghubungkan Jakarta dengan Batam dan Singapura sebagai hub internet serta layanan cloud global. Penguatan koridor Batam-Jakarta juga diharapkan memperkuat berbagai ekosistem digital yang terhubung dengan layanan pusat data, internet exchange, cloud, hingga distribusi konten digital.
Regional Managing Director ASEAN Ciena, Alex Wong, menilai Indonesia saat ini berkembang menjadi salah satu pusat konektivitas digital strategis di kawasan Asia-Pasifik.
“Indonesia tengah berkembang menjadi salah satu hub konektivitas paling strategis di Asia-Pasifik, didorong oleh pertumbuhan pesat adopsi cloud, beban kerja AI, dan layanan digital,” ujar Alex.
Menurut dia, peningkatan kapasitas kabel bawah laut menjadi penting untuk mendukung lonjakan kebutuhan trafik data di kawasan. Apalagi, kebutuhan layanan digital di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Selain meningkatkan kapasitas jaringan, implementasi teknologi baru tersebut juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum dan optimalisasi infrastruktur kabel laut yang telah beroperasi. Dengan demikian, operator dapat meningkatkan kapasitas layanan tanpa perlu menambah pembangunan kabel baru dalam waktu dekat.
Penguatan infrastruktur digital dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi ekonomi digital Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan layanan AI, pusat data, komputasi awan, dan konektivitas internet berkecepatan tinggi di berbagai sektor industri.



