BP BUMN telah menata 180 BUMN bersama Danantara

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan telah menata 180 perusahaan di bawah payung BUMN sebagai langkah transformasi dan penataan BUMN agar semakin efektif, efisien, serta fokus pada lini bisnis inti.

“Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema. Mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran," ujar Dony dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Penataan tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengurangi tumpang tindih bisnis, serta memastikan setiap entitas memiliki peran yang jelas dalam menciptakan nilai ekonomi dan mendukung penguatan daya saing nasional.

Untuk mempercepat transformasi BUMN, Dony memimpin rapat bersama PT Danantara Asset Management untuk membahas evaluasi dan akselerasi streamlining BUMN.

Baca juga: Danantara perkuat pengelolaan aset negara untuk fundamental ekonomi RI

Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menegaskan bahwa percepatan transformasi BUMN harus dilakukan melalui penataan fundamental yang terukur, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.

Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.

Sejalan dengan arahan tersebut, fokus pembahasan dalam rapat mencakup percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang masih belum optimal, termasuk penguatan tata kelola, penajaman arah bisnis, dan optimalisasi aset.

Selain itu, struktur perusahaan yang dinilai masih tumpang tindih agar dapat bergerak lebih lincah, profesional, dan kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar.

Baca juga: BP BUMN tindak lanjuti penyesuaian suku bunga PNM 8 persen

BP BUMN dan Danantara memastikan restrukturisasi ini bukan sekadar penyederhanaan jumlah perusahaan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi BUMN secara menyeluruh.

Melalui penataan yang lebih terarah, BUMN ditargetkan semakin efektif dan efisien, beroperasi sesuai prinsip korporasi profesional, kompetitif di pasar, serta mampu memberikan kontribusi riil bagi kas negara dan masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswi Teknik Unhas Tewas di Kampus, Korban Sempat Kirim Pesan ke Orang Terdekat
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Iran Ajukan Proposal Terbaru Lewat Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS
• 13 jam laludetik.com
thumb
Hujan Deras Sebabkan Banjir di Banyak Wilayah Tiongkok, Sekolah, Rumah dan Toko Terendam
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Dewan Pers Kecam Aksi Intersep Israel Tangkap Jurnalis dan Aktivis Global Sumud Flotilla!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Menekraf: Industri animasi RI tumbuh 3,3 kali lipat dalam 10 tahun
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.