Ketum Muhammadiyah: Perang Susah Dihentikan karena Pelakunya Negara Adidaya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA –  Perang berkecamuk di berbagai belahan dunia dan sulitnya upaya menghentikan perang tak lepas dari fakta bahwa pihak-pihak yang terlibat kerap merupakan negara-negara berpengaruh. Kondisi ini, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, membuat upaya perdamaian global kerap menemui jalan buntu.

Dalam level global, kata Haedar, masyarakat sedang menghadapi tantangan besar, yakni konflik atau perang yang menjadi pilihan oleh sebagian negara adidaya. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan hilangnya falsafah hidup modern yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

Baca Juga :
Muhammadiyah Kecam Penangkapan Jurnalis RI oleh Israel, Desak PBB Turun Tangan
Perang AS-Iran Bikin Perusahaan Global Rugi Ratusan Triliun, Harga Minyak Jadi Biang Kerok

"Bahkan menjadi lorong buntu kemodernan, karena setelah Perang Dunia I dan II mestinya kita tidak boleh lagi ada perang," kata Haedar Nashir di Yogyakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

PBB, lanjut Haedar, sebagai wadah persatuan bangsa di dunia seharusnya mempelopori perdamaian tanpa ada peperangan yang pada ujungnya menyebabkan prahara global. Ia berharap bangsa-bangsa di dunia terus menyuarakan berhentinya perang, walaupun diakui cukup sulit mewujudkannya.

"Susah menghentikan (perang) karena pelakunya adalah yang punya dominasi di PBB, punya hak veto, dan menjadi negara adidaya," ujarnya 

Dalam kesempatan itu, Haedar Nashir mengecam segala bentuk kekerasan termasuk kasus penculikan jurnalis yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina.

"Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi menggunakan kekerasan atau politik kekerasan," kata Haedar

Menurutnya, politik kekerasan hanya akan berakhir dengan merugikan semua pihak, termasuk kasus yang saat ini terjadi, yakni tiga jurnalis dan aktivis Indonesia ditangkap oleh Angkatan Laut Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. "Mereka kan tidak punya kepentingan politik apa pun," katanya.

Ia berharap agar Israel tidak bertindak serta-merta membabi buta dalam menghadapi urusan-urusan di Palestina, termasuk melakukan tindakan sewenang-wenang kepada rakyat Gaza serta seluruh pihak yang bertugas dalam misi perdamaian dan kemanusiaan.

Haedar juga menegaskan bahwa PBB harus mengambil tindakan atas aksi Israel tersebut. "PBB harus bertindak kalau menurut saya," tegasnya Haedar. 

Baca Juga :
Tas Dibongkar-Barang Bawaan Raib, TNI Eks Pasukan Perdamaian PBB Ngamuk ke Bea Cukai
Cuma 2 Hari, Trump Klaim Bisa Hancurkan Semua Infrastruktur di Iran!
BRICS Ingin Sekjen PBB DIjabat oleh Perempuan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Direktur Utama Clipan Finance (CFIN) Mundur
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
GPCI soal WNI yang Diduga Diculik Militer Israel: Segera Bebaskan Tanpa Syarat
• 43 menit lalukumparan.com
thumb
Ekonom: Rupiah Tertekan, Daya Beli Masyarakat Terancam
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Aksi Komplotan Begal WNA: Bawa Senpi hingga Beraksi di Bundaran HI
• 8 jam laludetik.com
thumb
4 Doa Agar Dimudahkan Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.