Gelombang Kejahatan Jalanan Bersenjata di Jakbar: Begal hingga Curanmor Kian Terang-terangan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sederet kasus kriminalitas bersenjata terjadi berulang kali dan meneror warga Jakarta, terutama di wilayah Jakarta Barat yang menjadi salah satu titik maraknya kasus kejahatan kekerasan.

Sepanjang Mei 2026, Jakarta Barat seolah tak henti-hentinya diteror oleh rentetan aksi kejahatan jalanan.

Bahkan, sejumlah aksi kejahatan yang disertai penggunaan senjata tajam hingga senjata api kerap dilakukan pada siang hari di tengah ramainya aktivitas warga.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu di Bekasi Pilih Pangkas Untung agar Usaha Tetap Jalan

Dalam catatan Kompas.com, setidaknya terdapat sepuluh kejahatan dengan kekerasan yang dilaporkan melalui media sosial oleh para korban maupun warganet selama satu bulan terakhir.

Beberapa di antaranya memiliki motif untuk merampas dan mencari keuntungan ekonomi. Para pelaku kejahatan pun tak segan melukai korbannya secara sadis jika mendapat perlawanan.

Curanmor Bersenjata Api

Teror pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api tercatat muncul di dua titik di Jakarta Barat dalam kurun waktu dua pekan.

Aksi curanmor bersenjata api yang menyita perhatian publik terjadi pada Minggu (10/5/2026) di Jalan Duri Raya, tepatnya di sebuah warung makan bakso pada siang hari pukul 13.48 WIB.

Saat aksinya dipergoki korban, pelaku langsung menodongkan pistol ke korban, bahkan mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan agar korban tidak mengejarnya.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha, membenarkan adanya insiden pencurian kendaraan bermotor dengan senjata api tersebut.

"Benar, ada kejadiannya, di CCTV terlihatnya begitu (sempat menembak). Terkait senjata api, saat ini masih didalami apakah asli atau palsu," kata Aqsha saat dihubungi melalui telepon, Senin (11/5/2026).

Beberapa hari sebelumnya, insiden serupa yang tak kalah mencekam juga terjadi di area sekitar kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) cabang Kemanggisan, Palmerah, pada Kamis (7/5/2026).

Saat itu, pelaku curanmor juga melancarkan aksinya pada siang hari menodongkan senjata api kepada warga sekitar sebagai bentuk perlawanan saat ketahuan oleh sejumlah orang.

Pelaku yang berjumlah dua orang pun kemudian berhasil melarikan diri bersama motor curiannya.

Baca juga: 2 Maling Motor di Cikarang Ditangkap Polisi, Pelaku Ditembak karena Bawa Senjata Api

Begal dan Jambret Bersajam

Selain itu, aksi kejahatan kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) justru mencatatkan rekam jejak yang lebih berdarah.

Kasus yang paling disorot adalah pembegalan seorang pria di Jalan Arjuna Utara, Palmerah, pada Senin (4/5/2026) dini hari yang terekam kamera CCTV di akun Instagram @info.kebonjeruk.

Komplotan begal bersenjata tajam menyerang seorang warga yang sedang memarkir motor di sisi jalan.

Pelaku dengan beringas mengancam, mendorongnya hingga terperosok ke dalam selokan, kemudian membacok punggungnya sebelum membawa kabur sepeda motor incarannya.

Peristiwa jambret bersenjata tajam juga terjadi di Jalan Mangga Besar IV, Tamansari, pada Minggu (3/5/2026).

Komplotan yang terdiri dari empat orang itu menarik kalung emas yang dikenakan korban, lalu menodongkan celurit agar korban tidak melawan ataupun mengejar.

"Komplotan ini bekerja sama juga dengan tiga orang lainnya yang salah satunya bekerja di sebuah toko perhiasan sebagai penadah dan telah berulang kali melakukan kejahatannya," kata Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M Zulfikar, Jumat (15/5/2026).

Pembacokan di Jalanan

Peristiwa penyerangan menggunakan senjata tajam juga terjadi beberapa kali mulai dari wilayah Grogol Petamburan, Cengkareng, hingga Tambora.

Salah satu kasus yang disorot ialah penyerangan terhadap sekelompok remaja di kawasan dekat Stasiun Grogol yang membuat seorang remaja terkapar bersimbah darah di trotoar jalan.

Baca juga: Pengamat Ingatkan Penurunan RW Kumuh Jakarta Jangan Dilihat dari Perubahan Tampilan

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (7/5/2026) itu bermula saat korban dan teman-temannya diserang saat tengah nongkrong di area Terminal Grogol.

Korban kemudian melarikan diri, tetapi berujung tertangkap dan menderita luka bacok di bagian pinggang hingga tak sadarkan diri.

Peristiwa itu sempat menggegerkan warga sekitar karena terjadi di tengah masih ramainya aktivitas di area stasiun.

"Jadi pada saat mereka berkumpul, titik kumpul mereka di sana (Terminal Grogol), dilihat ada sekelompok orang yang mau menyerang. Akhirnya mereka lari, mereka kabur membubarkan diri tapi ada yang tetap dikejar sama kelompok ini. Akhirnya terjadilah penyerangan itu di depan Stasiun Grogol," jelas Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, Rabu (13/5/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah dibacok dan korban tergeletak bersimbah darah di sisi jalan, motor Honda ADV milik korban dibawa kabur oleh gerombolan pelajar itu hingga akhirnya ditemukan tak bertuan di wilayah Tambora keesokan harinya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Guru Honorer dan Tantangan Pendidikan di Daerah Terpencil, Tidak Hanya Mengajar dengan Ilmu, tetapi juga Hati
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Menang 1-0 atas Burnley, The Gunners Kukuhkan Puncak Klasemen
• 20 jam lalueranasional.com
thumb
Bangun SDM Responsif dan Profesional, Unhas Bekali Tendik dengan Pelayanan Prima
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Ketua MPR Sebut Pelayanan Haji Arab Saudi Terus Meningkat
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sudah Beraksi di 6 Lokasi, Begini Akhir Pelarian Dua Begal Lintas Wilayah
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.