Kediri: Kantin Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan (RSMAD) Kota Kediri, Jawa Timur terbakar hebat. Tim Pemadam Kebakaran mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api.
"Kami menerima laporan dari kru medis rumah sakit telah terjadi kebakaran di area kantin dan koperasi belakang. Tim ke lokasi memadamkan api," kata Kepala UPT Damkar Kota Kediri Dhany Adi Projo, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Pihaknya mengaku sempat mengalami kendala saat proses pemadaman api yang berkobar itu. Salah satunya karena akses menuju ke lokasi yang sempit. Akses juga dipenuhi dengan banyaknya kendaraan yang parkir.
Baca Juga :
Gudang Plastik Terbakar di Jakbar, Pemadaman Terkendala Reruntuhan BangunanNamun, ia menegaskan hal itu tidak menjadi masalah. Petugas dengan sigap ke lokasi sehingga api juga dengan cepat dipadamkan dan tidak sampai merembet ke lokasi lainnya.
Ia menambahkan petugas berhasil memadamkan api yang berkobar cukup besar. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa.
Untuk penyebab kebakaran, pihaknya masih mendalaminya. Petugas tidak berani mengambil kesimpulan sebelum ada keputusan resmi dari tim yang berwenang.
lustrasi Kebakaran (Ist/Net)
Sementara itu, Direktur RSMAD Kota Kediri dr. Zainul Arifin, FISQua kondisi di area rumah sakit saat ini sudah kondusif. "Berkat respon cepat dari tim internal rumah sakit bersama petugas pemadam kebakaran dan pihak terkait, api telah berhasil dipadamkan dengan baik," ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh prosedur tanggap darurat dilakukan sesuai standar. Termasuk proses evakuasi pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan tenaga kesehatan yang berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi.
"Kami juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh pasien dan tenaga kesehatan berada dalam kondisi aman, dan pelayanan rumah sakit secara bertahap sedang dipulihkan untuk kembali berjalan normal," jelas dia.
Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. "Mohon bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Hindari penyebaran berita yang belum terverifikasi atau simpang siur yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," terang dia.
Pihaknya juga berkomitmen penuh untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pasien serta masyarakat. "Saat ini, pelayanan medis sudah berjalan normal," ujar dia.




