Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bakal dibayangi pidato yang akan disampaikan oleh Presiden Prabowo. Pelaku pasar akan mencermati pidato Prabowo yang akan disampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini, Rabu (20/5).
Pidato yang akan disampaikan yakni Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Momen ini menjadi pertama kalinya Kepala Negara memberikan pidato di DPR selain pidato kenegaraan yang disampaikan pada 17 Agustus. Sementara pidato tentang fiskal biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan dari tahun ke tahun.
Rencana Prabowo untuk menyampaikan pidato justru disambut kurang antusias di kalangan investor. Alasannya, pasar modal RI tengah mengalami tekanan karena faktor domestik dan global.
Pasar saham bahkan sudah jauh dari level tertingginya yang sempat tembus all-time high (ATH) pada 20 Januari 2026 lalu ke level 9.134 dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 16.590 triliun. Saat ini IHSG sudah anjlok hingga kembali ke era Covid-19 pada 2021.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar keuangan domestik disebabkan berbagai faktor, mulai dari kondisi global dan sentimen internal. Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tersedot oleh respons kontroversial Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat di area pedesaan tidak menggunakan dolar AS.
Alih-alih menenangkan pasar, Pilarmas Sekuritas melihat pernyataan tersebut justru sebagai sentimen negatif. Komentar presiden dinilai menunjukkan kurangnya kepekaan pemerintah terhadap urgensi stabilisasi mata uang dan menjaga kepercayaan investor.
“Ini sebagai sinyal lemahnya komitmen pemerintah dan otoritas lainnya dalam menjaga nilai tukar dan membangun kredibilitas fundamental ekonomi nasional di mata investor global,” tulis Pilarmas dalam analisisnya, dikutip pada Rabu (20/5).
Seiring dengan itu Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (19/5). Apabila melihat perdagangan Selasa (19/5), IHSG ditutup babak belur 3,46% ke level 6.370 dan ada kenaikan volume penjualan. MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 6.270 dan 6.148. Sementara resistance terdekat berada di 6.640 dan 6.745.
Secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG saat ini berada di pada bagian wave [v] dari wave A daru wave (2) dan diproyeksikan akan kian turun ke 6.307.
“Waspadai akan adanya potensi koreksi ke 6.084–6.148 pada label biru,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (20/5).
Phintraco Sekuritas melihat anjloknya IHSG dipicu tekanan jual setelah beredar rumor pemerintah akan mengatur ekspor sejumlah komoditas melalui pembentukan badan khusus negara. Komoditas yang disebut akan terdampak antara lain batu bara, crude palm oil (CPO), dan mineral logam.
Kekhawatiran investor muncul karena kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengarah pada pengendalian harga jual, yang dapat menekan margin laba emiten di sektor terkait.
Dari sisi teknikal, Phintraco menyebut IHSG ditutup menembus ke bawah level 6.400 dengan disertai peningkatan volume jual, yang mengindikasikan tekanan bearish masih cukup kuat di pasar.
“Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi uji level support di 6.250–6.300,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (20/5).




